Tampilkan postingan dengan label satlan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label satlan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

SATLAN--MENJALIN HUBUNGAN YANG BAIK DENGAN PASANGAN



A.      Judul/spesifikasi layanan            : Menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan
B.      Bidang bimbingan           : Keluarga
C.      Jenis layanan                   : Informasi
D.      Fungsi layanan                : Pemahaman
E.       Tujuan layanan                :
a.       Sasaran  mengerti apa yang dimaksud dengan komunikasi yang baik ( nilai rasa ingin tahu )
b.       Saaran mampu memahami makna pentingnya komunikasi dengan pasangan ( nilai rasa ingin tahu)
F.       Sasaran                            : Mahasiswa semester 6
G.      Materi layanan                : Menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan
H.      Tempat penyelenggaraan            : Ruang kelas (LAB BK)
I.         Alokasi waktu                 : 1x45 menit
J.        Metode layanan               : Tanya jawab, diskusi, ceramah
K.      Kegiatan layanan             :
waktu
Kegiatan
5 menit
Pendahuluan
a.   Mengucapkan salam, memeriksa situasi dan kondisi didalam kelas serta memeriksa kehadiran mahasiswa
b.  Penyampaian materi
c.   Tanya jawab
d.  Menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini
25 menit
Inti
a.   Eksplorasi:
· Menyampaikan sekilas materi tentang menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan
· Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk tanya jawab
b.  Elaborasi:
· Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengemukakan pendapatnya tentang bagaimana komunikasi yang baik dengan pasangan
c.   Konfirmasi:
· Memberikan pedoman diskusi kepada mahasiswa
· Mahasiswa membacakan hasil diskusi tentang menjalin hubungan yang baik dengan pasangan (perwakilan)
· Mengadakan sesi tanya jawab
5 menit
Penutup
a.   Memberikan kesimpulan dari hasil diskusi mahasiswa
b.  Memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah diberikan
c.   Memotivasi mahasiswa
d.  Salam penutup

L.       Media layanan                 :
a.       Buku
a.       Alat tulis
b.       Papan tulis
c.       Power point
M.     Penilaian hasil layanan   :
a.       Proses    : mengamati sasaran selama mengikuti layanan, mengungkapkan pemahaman sasaran atas materi layanan yang telah diberikan
b.       hasil       : penilaian segera (laiseg), dengan memberikan angket kepada sasaran setelah pelayanan
N.      Rencana tindak lanjut     :
a.       Bimbingan kelompok
b.       Konseling kelompok
O.      Sumber layanan               :
a.       Pujosuwarno, Sayekti. 1994. Bimbingan dan Konsling Keluarga. Yogyakarta: Mas Offset
b.       Dewantari, Laras. 2012. Komunikasi Antar Pasangan. On line at http://laras-dewantari.blogspot.com/2012/04/komunikasi-antar-pasangan.html

Semarang,                           2012

Mengetahui,
Dosen pengampu,                                           Perencana kegiatan layanan



           

NIP                                                                  NIP


  
MENJALIN KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN PASANGAN

Masalah keluarga adalah masalah yang berhubungan atau bersumber dari komunikasi, karena segala kebutuhan individu dapat dipenuhi melalui komunikasi. Komunikasi ini menyangkut komunikasi antara ibu dan bapak (pasangan suami istri). Antara orang tua dan anak, antara anak dan anak (kaka adik) dan antara anggota keluarga yang lainnya.
Pembinaan komunikasi antara pasangan (suami istri)
Sesuai dengan hukum perkawinan di Indonesia, suami istri diberi hak dan kewajiban yang sama dalam membina keluarga. Kehidupan rumah tangga maupun pergaulan hidup bersama di masyarakat. Suami dibebani kewajiban untuk melindungi istrinya dan memberikan segala sesuatu keperluannya. Suasana keluarga yang biasanya tercermin dalam hubungan antara ibu dan bapak sangat mempengaruhi pendidikan anak. Suasana hubungan yang baik ditandai dengan adanya:
1)       Saling pengertian
Maksudnya karena suami istri adalah dua pribadi yang tumbuh terpisah satu dari yang lainnya dan mempunyai pengalaman waktu kecil yang berbeda, sehingga membawa mereka kepada kepribadian, sikap jiwa dan pandangan hidup yang juga berbeda. Sebelum hidup bersama perbedaan-perbedaan itu mungkin tidak terlihat atau kurang berpengaruh, karena masing-masingny masih dipengaruhi oleh emosi dan gambaran-gambaran indah yang dikhayalkan. Saling mengerti tentang sifat-sifatnya, tingkah lakunya, kepribadiannya serta saling mengerti mengenai latar belakang keluarganya yang membina kepribadian waktu kecil.
2)       Saling menghargai.
Setiap individu membutuhkan penghargaan dan merasa kecewa apabila tidak dihargai orang lain. Betapa banyak masalah yang terjadi disebabkan kurangnya rasa saling menghargai, sehingga suasana rumah tangga akan menjadi tegang danhambar serta dapat menimbulkan ketegangan dan antipati satu sama laainnya dan bahkan dapat menimbulkan terjadinya pertengkaran yang berujung pada perceraian apabila tidak segera terselesaikan dengan baik. Rasa penghargaan yang perlu dibina antara lain adalah menghargai bakat dan kelebihannya serta menghargai kekurangannya.
3)       Saling cinta mencintai
Pada umumnya setiap keluraga dibentuk atas dasar saling cinta mencintai. Dalam perkembangannya, perasaan itu ada yang bertambah dan ada juga yang berkurang bahkan ada yangt akhirnya tanpa cinta dan akhirnya saling membenci dan bermusuhan.
Cara mempertahankan cinta dan kasih sayang tetap kekal dan abadi sebagai berikut:
a.       Lemah lembut dalam berbicara.
b.       Menunjukkan adanya perhatian kepada pasangan (suami/istri)
c.       Bijaksana dalam pergaulan.
d.       Menjauhkan diridari sifat egois.
e.       Tidak mudah tersinggung.
f.        Menentramkan bathin sendiri.
g.       Menunjukkan rasa cinta kepada pasangan (suami/istri).
4)       Saling menerima.
Hal ini adalah prinsip yang harus diusahakan bagai suami/istri. Menerima keadaan diri suami/istri sebagaimana adanya dengan tulus dan jangan berpura-pura. Karena penerimaan ini akan tercermin pada air muka, ucapan dan tindakan. Saling menerima meliputi:
a.       Saling menerima apa adanya.
b.       Saling menerima kegemarannya.
c.       Saling menerima keluarganya.
5)       Saling mempercayai.
Modal utama kebahagiaan dalam rumah tangga adalah saling percaya. Untuk menjamin saling percaya, hal yang perlu diperhatikan adalah percaya kepada pribadinya dan kemampuannya, saling terbuka dan jujur. Suami/istri hendaklah saling percaya pada kemampuannya dan hal ini perlu dibina dan dipelihara serta dipupuk agar terjalin hubungan yang mesra dan tenang dalam rumah tangga.
Selanjutnya Prayitno (1995) menambahkan bahwa untuk membina keluarga bahagia yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, maka apapun yang diusahakan atau dikerjakan dari mencari nafkah untuk keluarga hendaklah dengan ”Ridha Allah” sehingga tercapai kedamaian, kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.


Kamis, 17 Januari 2013

SATLAN-TA--IDENTIFIKASI CITA-CITA




1.       Judul/spesifikasi layanan            : Mengidentifikasi cita-cita
2.       Bidang bimbingan           : Karier
3.       Jenis layanan                   : Penguasaan konten
4.       Fungsi layanan                : Pemahaman dan pengembangan
5.       Tujuan layanan                :
a.      siswa mampu mendeskripsikan apa yang dimaksudkan dengan cita-cita menurutnya ( nilai kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu )
b.     siswa mampu mengidentifikasikan cita-citanya sendiri (nilai kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, tanggung-jawab)
6.       Materi layanan                : Identifikasi cita-cita secara mandiri
7.       Tempat penyelenggaraan            : Ruang kelas
8.       Alokasi waktu                 : 1x35 menit
9.       Metode layanan               : Tanya jawab, diskusi
10.    Kegiatan layanan             :
waktu
Kegiatan
5 menit
Pendahuluan
a.   Mengucapkan salam, memeriksa situasi dan kondisi didalam kelas serta memeriksa kehadiran siswa
b.  Penyampaian materi
c.   Tanya jawab
d.  Menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini
25 menit
Inti
a.   Eksplorasi:
· Menyampaikan sekilas materi tentang pengertian cita-cita
· Memberi kesempatan kepada siswa untuk tanya jawab
b.  Elaborasi:
· Memginstruksikan kepada siswa untuk membuat kolom tentang cita-cita (yang meliputi: cita-cita yang diingin, alasan memilih cita-cita tersebut, dan usaha yang akan dilakukan guna mencapai cita-cita tersebut)
· Siswa menuliskan tentang cita-citanya, alasan memilih cita-cita tersebut, dan usaha yang dilakukan agar cita-citanya tercapai
c.   Konfirmasi:
· Memberikan pedoman diskusi kepada siswa
· Siswa membacakan hasil identifikasi cita-citanya (perwakilan siswa)
· Mengadakan sesi tanya jawab
5 menit
Penutup
a.   Memberikan kesimpulan dari hasil diskusi siswa
b.  Memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah diberikan
c.   Memotivasi siswa
d.  Salam penutup

11.    Media layanan                 :
a.       Power point
a.       Papan tulis
12.    Penilaian hasil layanan   :
a.       Proses    : mengamati siswa selama mengikuti layanan, mengungkapkan pemahaman siswa atas materi layanan yang telah diberikan
b.       hasil       : penilaian segera (laiseg), dengan memberikan angket kepada siswa setelah pelayanan
13.    Rencana tindak lanjut     :
a.       Bimbingan kelompok
b.       Konseling kelompok
 14.    Sumber layanan               :
a.       Dewantari, Laras. 2012. Pengertian cita-cita. On line at http://laras-dewantari .blogspot.com/2012/04/pengertian-cita-cita.html

Semarang,                           2012
Mengetahui,
Kepala sekolah,                                            perencana kegiatan layanan

           

NIP                                                                 NIP

  
IDENTIFIKASI CITA-CITA SECARA MANDIRI

A.      Pengertian Cita-cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup. tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
Cita-cita adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri namun bagi yang menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri.
Cita-cita bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang cita-cita lainnya. Namun seorang muslim tentunya akan menempatkan cita-citanya di tempat yang paling tinggi dan mulia yaitu menggapai keridhaan Allah.
Cita-cita bisa di capai jika ada kemauan keras dari hidup kita, sedari kecil kita sudah di tanya oleh orang tua kita , ingin jadi apa ketika besar nanti, apa cita-cita kamu di masa depan, itulah kata-kata yang keluar dari mulut orang tua ataupun siapa saja yg menanyakannya.
Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain:
1.       Manusia itu sendiri.
2.       Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita tersebut.
3.       Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.

B.      Jenis-jenis Cita-cita
1.     Dokter
Sungguh pekerjaan yang mulia, lebih mulia dari si superhero Spiderman, Superman atau Wonder Woman. Menyelamatkan jiwa orang lain adalah hal yang paling ingin dilakukan semua orang, termasuk anak-anak. Di dalam pikiran mereka masih dipenuhi dengan kedamaian dan rasa cinta, untuk itu tak heran jika cita-cita utama mereka adalah menjadi dokter dan menyelamatkan orang-orang yang jatuh sakit. Meskipun menggapainya tak semudah mengimpikannya, dokter ternyata masih menjadi cita-cita yang paling populer di anak-anak.
2.     Pilot
Rupanya profesi kedua ini juga menjadi salah satu profesi favorit setelah dokter. Tetapi ini juga menjadi salah satu bukti bahwa mereka itu ingin diberi kebebasan agar bisa terbang ke sana kemari dengan bebas dan bahagia. Kebiasaan untuk melihat pesawat lepas landas dan terbang di angkasa ternyata bisa menjadi salah satu acuan keinginan seseorang untuk berkarier sebagai seorang pilot ketika dewasa.
3.     Astronot
Menjadi astronot bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak, terutama mereka tinggal di Indonesia, yang belum pernah mengirimkan roketnya sendiri ke bulan. Tetapi rasa keingintahuan anak-anak pada angkasa begitu besar, kecintaan pada alam sangat luar biasa, tak heran jika mereka ingin menjelajahi planet dan meneliti ada apakah di tempat mereka.
4.     Pengacara
Tugas pengacara adalah membela yang benar di atas lapangan keadilan. Berjuang mengumpulkan bukti dan membela klien tak bersalah, dan membuat keadilan menang di atas tonggak kejahatan. Bagaikan superhero yang mereka kagumi, anak-anak selalu ingin membela yang benar dan memberantas kejahatan.
5.     Presiden
Memang tak semua orang bisa serta merta menjadi presiden, ada beberapa kualifikasi dan prasyarat seseorang bisa duduk di kursi kepresidenan. Namun hal ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki jiwa kepemimpinan yang tak boleh kita abaikan. Yang tentu saja keberanian, kebijaksanaan serta pengetahuannya harus kita pupuk sejak dini.
6.     Atlet
Asyik menendang bola, anak-anak bisa jadi ingin menjadi seperti John Terry, bek tengah klusepakbola Chealsea. Kehebatan tendangan dan kemampuan mencetak gol-gol indahlah yang mereka dambakan.
7.     Guru
Dengan intensitas pertemuan dengan guru setiap hari, tidak heran jika kamu mengidolakan salah seorang sosok guru di sekolah. Dengan bercita-cita mulia sebagai guru. biasanya saat masih kecil kamu banyak menghabiskan waktumu untuk belajar dan senang membantu teman-teman kamu dalam memahami dan mengerjakan tugas rumah yang kurang dimengerti.
8.     Pengusaha
Dari awal, anak yang bercita-cita sebagai pengusaha sudah ditunjukkan dengan bakat senang berbisnis. Pertandanya dapat diidentifikasikan dengan mulai dari coba-coba jualan pensil, buku hingga hobi menjual makanan kecil di waktu istirahat di sekolah.

CITA-CITAKU!!
1.     Kalau sudah besar, saya ingin bercita-cita menjadi: .................
2.     Saya bercita-cita menjadi .......... karena ...................
3.     Yang harus saya lakukan agar cita-cita saya tercapai adalah: ...................


LAISEG

 1.     Topik-topik atau kegiatan apakah yang telah dibahas melalui layanan bimbingan  konseling? Tuliskan dengan singkat:............................................
2.     Kapan, dengan cara apa dan oleh siapa pelayanan diberikan?
a.      Tanggal layanan       : ………………………
b.     Pemberi layanan       : …………………………..
3.     Apa saja yang anda peroleh dari layanan tersebut? Jawablah dengan singkat   pertanyaan-pertanyaan berikut:
a.      Hal-hal baru apa yang anda peroleh dari layanan yang telah diberikan? ...................................................................
b.     Setelah mendapatkan layanan, hal-hal apakah yang akan anda laksanakan ? .......................................................
4.     Apa tanggapan, saran, pesan atau harapan yang ingin anda sampaikan kepada pemberi layanan? ..................................................................................


Tanggal mengisi : ...................................           
Nama pengisi      : ...................................

Littlre snake pin