Minggu, 01 Juli 2012
TEORI MEMBUAT BLOG
presented by eukaristia at 17.22Sabtu, 23 Juni 2012
MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI KERJA SAMA GURU DAN ORANG TUA
presented by eukaristia at 05.40
Rabu, 18 Januari 2012
GANGGUAN BELAJAR PADA ANAK SD
presented by eukaristia at 08.07Proses belajar anak usia Sekolah Dasar merupakan kondisi yang sangat penting sebagai landasan pendidikan anak. Namun demikian, kondisi belajar tersebut terkadang mengalami gangguan yang tentu saja dapat mempengaruhi proses belajar anak. Gangguan belajar terutama pada anak Sekolah Dasar merupakan suatu gejala, yang bisa menjadi bagian dari suatu gangguan tertentu, namun dapat pula sebagai kondisi tersendiri.
Gangguan belajar bisa merupakan salah satu gejala dari gangguan jiwa, seperti retardasi mental, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, gangguan autisme atau gangguan cemas pada anak. Sedangkan gangguan belajar yang berdiri sendiri, bisa dalam bentuk gangguan membaca (disleksia), gangguan menulis (disgrafia) atau gangguan berhitung (diskalkulia).
Gangguan Membaca (Disleksia)
Gangguan membaca merupakan suatu diagnosis yang ditandai oleh adanya kesulitan berat dalam kemampuan membaca (mengerti bahan bacaan). Kesulitan ini tidak sesuai dengan yang dialami anak lain seusianya dan tidak sesuai dengan kemampuan kognitifnya. Gangguan membaca ini juga tidak berhubungan dengan adanya gangguan perkembangan fisik, motivasi yang kurang, pendidikan yang kurang adekuat, masalah sosial ekonomi dan gangguan pada sistem sensorik (penglihatan dan pendengaran).
Gangguan berhitung (diskalkulia)
Gangguan berhitung atau gangguan matematik merupakan kesulitan dalam kemampuan aritmatik; termasuk berhitung dan menyelesaikan soal-soal aritmatik. Kesulitan ini tidak sesuai dengan kemampuan anak seusianya, tingkat kecerdasan dan pendidikan yang dijalaninya. Selain itu, kesulitan ini juga tidak disertai dengan adanya gangguan penglihatan, pendengaran, fisik atau emosi. Juga tidak berhubungan dengan lingkungan, kultur atau ketidakmampuan ekonomi.
Gangguan Menulis (Disgrafia)
Gangguan menulis merupakan gangguan pada kemampuan menulis anak yaitu kemampuan di bawah rata-rata anak seusianya. Gangguan ini tidak sesuai dengan tingkat kecerdasan dan pendidikan yang telah dijalaninya. Hal tersebut menimbulkan masalah pada akademik anak dan berbagai area kehidupan anak. Menulis merupakan proses penyelesaian masalah (problem solving); yang melibatkan kemampuan penulis dalam menghasilkan bahasa yang dapat dimengerti serta merefleksikan kemampuan dan opini penulis tentang suatu topik.
Deteksi Dini Gangguan Belajar pada Anak
Gangguan belajar pada anak penting untuk dideteksi sejak dini. Hal ini karena gangguan belajar dapat mempengaruhi perasaan dan perilaku anak. Perilaku anak dengan gangguan belajar dapat diamati saat di kelas. Anak biasanya tidak dapat duduk tenang di tempatnya, lambat menyelesaikan tugas atau bahkan tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan. Hal ini sebetulnya merupakan bentuk penghindaran dari mengerjakan tugas yang dirasanya sulit.
Perkembangan anak sejak kecil juga bisa merupakan pertanda kemungkinan terjadinya gangguan belajar pada usia sekolah dasar. Anak dengan keterlambatan bicara (belum bisa mengucapkan kalimat sederhana di usia 2 tahun), bisa merupakan faktor prediksi terjadinya gangguan belajar. Gangguan koordinasi motorik, terutama pada usia menjelang taman kanak-kanak, juga bisa menjadi faktor prediksi terjadinya gangguan belajar.
Jika orang tua atau guru melihat tanda-tanda adanya gangguan belajar pada anak, perlu segera dikonsultasikan kepada dokter. Pertama kali dilakukan pemeriksaan ada atau tidaknya gangguan pada penglihatan dan pendengaran. Karena seringkali gangguan pada penglihatan dan pendengaran juga dapat mengganggu kemampuan belajar anak. Pemeriksaan psikologis seperti tingkat kecerdasan (tes IQ), juga perlu dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya tingkat kecerdasan yang kurang, seperti pada retardasi mental. Selain itu, diperiksa juga kemungkinan adanya gangguan jiwa lain seperti autisme, gangguan pemusatan perhatian dan perilaku, atau gangguan kecemasan.
Cara Membantu Anak Mengatasi Gangguan Belajar, Tips Bagi Orang Tua
Anak yang mengalami gangguan belajar sering kali akan menunjukkan gangguan perilaku. Hal ini bisa berdampak pada hubungan pasien dengan orang-orang di sekitarnya (keluarga, guru dan teman-teman sebaya). Untuk itu anak perlu didampingi untuk menghadapi situasi ini.
Orang tua merupakan guru yang pertama dan terdekat dengan anak. Dengan demikian, peran orang tua sangat penting untuk mengenali permasalahan apa yang dialami anak. Selain itu, penting juga untuk menemukan kekuatan atau kemampuan yang dimiliki anak. Hal ini akan membantu orang tua mendukung anak mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak.
Tugas anak adalah bermain, maka proses belajar pun sebaiknya menjadi proses yang menyenangkan untuk anak. Apalagi pada anak dengan gangguan belajar, penting untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membebani anak. Kenali hal apa yang membuat anak merasa senang. Misalnya, jika anak tersebut menyukai lagu tertentu, ajak anak itu belajar sambil memutarkan lagu tersebut. Ijinkan anak membawa mainan kesayangannya saat belajar. Jika anak senang dengan suatu obyek tertentu, misalnya kereta api, sertakan bentuk kereta api dalam pelajaran. Sebagai contoh, anak dengan gangguan berhitung, saat belajar berhitung dapat digunakan gambar kereta api yang dia senangi.
Anak dengan gangguan belajar juga bisa mengalami perasaan rendah diri karena ketidakmampuannya atau karena sering diejek oleh teman-temannya. Untuk itu, penting bagi orang tua memberikan pujian jika ia berhasil melakukan suatu pencapaian. Misalnya, bila suatu kali anak berhasil mendapat nilai yang cukup baik atau mengerjakan tugas dengan benar, maka orang tua hendaknya memberi pujian pada anak. Hal ini akan memotivasi anak untuk berbuat lebih baik, meningkatkan rasa percaya diri dan membantu anak merasa nyaman dengan dirinya.
Keterlibatan pihak sekolah juga perlu diperhatikan karena sebagian besar waktu belajar anak ada di sekolah. Diskusikan dengan guru kelas mengenai kesulitan dan kemampuan anak dalam belajar. Posisi tempat duduk anak di kelas juga bisa membantu anak untuk lebih berkonsentrasi dalam belajar. Akan lebih baik jika anak duduk di depan kelas sehingga perhatiannya tidak teralih ke anak-anak lain atau ke jendela kelas.
Masalah gangguan belajar penting sekali dipahami oleh orang tua dan guru sehingga dapat mendukung dan membantu anak dalam belajar. Jika ditangani dengan tidak benar maka hanya akan menambah permasalahan pada anak. Deteksi dan konsultasi dini pada anak yang diduga mengalami gangguan belajar menjadi faktor penting sehingga anak dapat segera ditangani dengan tepat. Kerja sama antara orang tua, guru dan profesional kesehatan jiwa (psikiater dan psikolog) diperlukan untuk membantu anak menghadapi permasalahan gangguan belajar tersebut.
Jumat, 13 Januari 2012
PENYELENGGARAAN BIMBINGAN BELAJAR DI SD
presented by eukaristia at 14.32PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bimbingan merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin, dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding), menerima dirinya (self acceptance), mengarahkan dirinya (self direction), dan merealisasikan dirinya (self realization).
Bimbingan belajar merupakan salah satu layanan dalam bimbingan dan konseling. Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu layanan di sekolah dasar. Setiap guru perlu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan koseling dalam rangka membantu murid mencapai tujuan pendidikan di sekolah. layanan bimbingan dan konsling itu akan berjalan dengan baik apabila pelaksanaannya didasari program yang terencana dan terarah. Tujuan bimbingan belajar yaitu memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar dan memahami hmbatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya, memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat, memiliki ketrampilan untuk menetapkan tujuan untuk perencanaan pendidikan, memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
Berdasarkan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling tersebut diatas, maka penulis mengangkat topik tersebut ke dalam makalah dengan judul “Penyelenggaraan Program Bimbingan Belajar di Sekolah Dasar”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa dasar penyelenggaraan BK Belajar di SD?
2. Apa saja isi dari program Bimbingan dan Konseling di SD?
3. Bagaimana penyelenggaraan program bimbingan belajar di SD?
4. Apa saja standar kompetensi kemandirian peserta didik?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui dasar penyelenggaraan BK Belajar di SD.
2. Untuk mengetahui isi dari program Bimbingan dan Konseling di SD.
3. Untuk mengetahui bagaimana penyelenggaraan program bimbingan belajar di SD.
4. Untuk mengetahui apa saja standar kompetensi kemandirian peserta didik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kurikulum 1994
Dalam kurikulum pendidikan dasar, landasan, program dan pengembangan, Dep Pdan K, 1994/1995 dikatakan bahwa “perencanaan program bimbingan belajar dan bimbingan karir ditekankan pada upaya bimbingan belajar tentang cara belajar, memahamidunia kerja, dan mengembangkan kemampuan untuk membuat perencanaan serta kemampuan untuk memngambil keputusan.perencanaan bimbingan ditujukan kepada penyiapan siswa untuk melanjutkan ke pendidikan menengah atau memasuki lapangan kerja. Perlu juga direncanakan bimbingan yang akan diberikan kepada siswa selama mengikuti program perbaikan dalam rangka mencapai kemampuan minimum yang dituntut oleh kurikulum dan program pengajaran tambahan.
B. Program Bimbingan dan Konseling Di SD
Program bimbingan dan konseling di sekolah dasar memuat:
1. Program Orientasi dan Informasi
Program ini berisikan layanan dan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada murid (khususnya murid baru) dan orang tua tentang seluk beluk persekolahan secara menyeluruh. Isi kegiatan orientasi da informasi antara lain:
a. Informasi tentang tugas dan kewajiban murid pada umumnya di bidang administrasi dan penyelenggaraan pengajaran.
b. Informasi tentang pelaksanaan kurikulum, tata tertib, dan organisasi sekolah.
c. Informasi tentang cara-cara belajar yang baik dan tuntutan-tuntutan yang harus dilakukan oleh murid agar dapat belajar dengan baik disekolah dan dirumah.
d. Informasi tentang fasilitas-fasilitas yang dimanfaatkan oleh murid disekolah.
2. Program Pengumpulan Data
Program pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh pemahan yang tepat dan menyeluruh tentang murid. Program ini berisikan kegiayatan pengumpulan, pengolahan, dan pencatatan data dan tentang murid sehingga akan diperoleh pemahaman yang tepat, benar, dan menyeluruh berkenaan dengan pribadi murid tersebut. Data dan keterangan yang perlu dikumpulkan itu antara lain menyangkut kebutuhan-kebutuhannya, sifat-sifat dan ciri-ciri pokok kepribadiannya, kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahannya, kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, hubungan sosial, keadaan keluarga dan lingkungannya.
3. Program Pemberian Bantuan
Program pemberian bantuan berisikan berbagai bentuk kegiyatan pelayanan dalam rangka membantu murid, baik dalam mengatasi kesulitan yang dihadapinya maupun dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Usaha pemberian bantuan tersebut dapat berupa:
a. Pemberian informasi, yaitu bantuan yang diberikan kepada murid dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkannya, baik yang menyangkut sistem pendidikan yang sedang dihadapinya maupun pendidikan lanjut atau karir yang akan diikuti nanti.
b. Bimbingan khusus belajar yaitu bantuan yang diberikan kepada murid untuk mengetahui cara-cara belajar yang efektif dan efisien, seperti cara membaca, membuat tugass, mencatat pelajaran, dan menghadapi ujian.
c. Diagnosis kesulitan belajar dan pengajaran perbaikan, yaitu bantuan yang diberikan kepada murid-murid untuk dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya dalam belajar.
d. Pelayanan bimbingan kelompok, yaitu usaha membantu murid dalam mengembangkan keterampilan sosial dan mengatasi masalah-masalah yang dihadpinya dengan menggunakan situasi kelompok.
e. Pelayanan Konseling, yaitu usaha membantu murid untuk dapat mengatasi kesulitan-kesulitn yang dihadapinya. Bantuan ini diberikan dalam suasana hubungan tatap muka antara seorang guru dengan seorang murid.
4. Program Penilaian dan Tindak Lanjut
Program penilaian dan tindak lanjut merupakan usaha untuk mengetahui sejauh mana layanan bimbingan dan konseling yang diberikan telah mencapai hasil yang diberikan. Keberhasilan layanan bimbingan dan konseling terwujud dalam bentuk adanya perubahan pada diri murid ke arah yang lebih baik. Bila layanan-layanan yang telah diberikan itu tidak atau kurang menampakkan hasil yang diharapkan, maka perlu usaha-usaha tindak lanjut. Tindak lanjut itu dilakukan antara lain:
a. Melakukan pengkajian ulang terhadap pelayanan yang telah diberikan.
b. Memperbaiki dan menyempurnakan lagi usaha pelayanan yang telah diberikan sebelumnya.
c. Mengalihkan murid yang bersangkutan kepada ahli dan atau lembaga yang lebih relevan.
C. Penyelenggaraan Bimbingan Belajar Di SD
Layanan bimbingan belajar di SD adalah suatu proses bantuan yang diberikan kepada individu (murid) untuk daapt mengatasi masalah-masalah yang dihasapinya dalam belajar, agar setelah melaksanakan kegiatan belajar mengajar mereka dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang dimiliki masing-masing.
Pelaksanaan layanan bimbingan belajar dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menentukan murid yang mengalami masalah belajar
2. Mengungkapkan sebab-sebab terjadinya masalah belajar
3. Membantu murid mengatasi masalah yang dialaminya dalam belajar
4. Melaksanakan penilaian untuk menentukan sejauh mana layanan bantuan yang telah diberikan mencapai hasil yang diharapkan
5. Melaksanakan usaha-usaha tindak lanjut dari layanan-layanan sebelumnya
D. Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik
Standar kompetensi kemandirian peserta didik
1. Aspek perkembangan: landasan hidup religius
a. Mengenal bentuk-bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari
b. Tertarik pada kegaitan ibadah seharii-hari
c. Melakukan bentuk-bentuk ibadah sehari-hari
2. Aspek perkembangan : landasan perilaku etis
a. Mengenal patokan baik dan buruk atau benar salah dalam berperilaku
b. Menghargai aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari
c. Mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam lingkungannya.
3. Aspek perkembangan : Kematangan emosi
a. Mengenal perasaan diri sendiri dan orang lain
b. Memahami perasaan-perasaan diri dan orang lain
c. Mengekspresikan perasaan secara wajar
4. Aspek perkembangan : Kematangan intelektual
a. Mengenal konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan dan perilaku belajar
b. Menyenangi berbagai aktivitas perilaku belajar
c. Melibatkan diri dalam berbagai aktifitas perilaku belajar
5. Aspek perkembangan : tanggung jawab social
a. Mengenal hak dan kewajiban diri sendiri dan lingkungan kehidupan sehari-hari
b. Mmahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam lingkungan kehidupan sehari-hari
c. Berinteraksi dengan orang lain dalam suasana persahabatan.
6. Aspek perkembangan: kesadaran gender
a. Mengenal diri sebagai laki-laki atau perempuan
b. Menerima atau menghargai diri sebagai laki-laki atau perempuan
c. Berperilaku sesuai dengan peran sebagai laki-laki atau perempuan
7. Aspek perkembangan : Pengembangan pribadi
a. Mengenal keberadaan diri dalam lingkungan dekatnya
b. Menerima keadaan diri sebagai bagian dari lingkungannya
c. Menampilkan perilaku sesuai dengan keberadaan diri dalam lingkungannya
8. Aspek perkembangan : perilaku kewirausahaan (keamndirian perilaku ekonomis)
a. Mengenal perilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dekatnya.
b. Memahami perilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetitf dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dekatnya
c. Menampilkan perilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetitf dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya.
9. Aspek perkembangan : wawasan dan kesiapan karir
a. Mengenal ragam pekerjaan dan aktivitas orang dalam lingkungan kehidupan
b. Menghargai ragam pekerjaan dan aktivitas orang dalam lingkungan kehidupan
c. Mengekspresikan ragam pekerjaan dan aktivitas orang dalam lingkungan kehidupan
10. Aspek perkembangan : kematangan hubungan dengan teman sebaya
a. Mengenal norma-norma dalam berinteraksi dengan teman sebaya
b. Menghargai norma-norma yang menjunjung tinggi dalam menjalin persahabatan dengan teman sebaya
c. Menjalin persahabatan dengan teman sebaya atas dasar norma yang dijunjung tinggi bersama.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada dasarnya penyelenggaraan bimbingan belajar di SD tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan di SMP atau SMA hanya saja pada kemandirian kompetensi peserta didik yang berbeda dan penggunaan konselor kunjung sebagai pelaksana utama penyelenggaraan bimbingan belajar di SD.
DAFTAR PUSTAKA
Amti, Erman dan Marjohan. 1992. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Dikti.
Kartadinata, Sunaryo dan Muh Farozin, dkk. 2007. Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Depdiknas.
Winkel, W.S dan M.M Sri Hastuti. 2007. Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
NASKAH POWERPOINT
presented by eukaristia at 14.20A. Judul/spesifikasi layanan : Cemas bukan alasan
B. Bidang bimbingan : karier
C. Jenis layanan : Informasi
D. Tujuan layanan :
a. siswa mengerti apa yang dimaksud dengan kecemasan ( nilai rasa ingin tahu )
b. siswa mampu memahami penyebab dan jenis kecemasan ( nilai rasa ingin tahu)
c. siswa mampu mengatasi kecemasan yang ada pada dirinya (nilai disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, tanggung-jawab )
E. Sasaran : Siswa SMA Negeri 1 Subah kelas XI dan XII
F. Materi layanan :
a. Pengertian kecemasan
b. Penyebab kecemasan
c. Gejala dan ciri kecemasan
d. Tingkatan-tingkatan kecemasan
e. Jenis-jenis kecemasan
f. Cara mengatasi kecemasan
G. Tempat penyelenggaraan : Ruang kelas
H. Alokasi waktu : 1x45 menit
I. Penilaian hasil layanan :
a. Proses : mengamati siswa selama mengikuti layanan, mengungkapkan pemahaman siswa atas materi layanan yang telah diberikan
b. Hasil : penilaian segera (laiseg), dengan memberikan angket kepada siswa setelah pelayanan
J. Sumber layanan :
a. Nevid, Jeffrey S., Spencer A. Raths, dan Beverly Greene. 2009. Psikologi Abnormal jilid I. Jakarta: Erlangga
b. Http://Www.Oocities.Org/Gkiamb/Kecemasan.Htm
K. Desain power point
No. slide Audio/video Narasi Gambar
1. Video kecemasan menjelang ujian Berisi judul power point, hyperlink video kecemasan menjelang ujian, dan identitas. Anak-anak SMA yang sedang menangis saat pengumuman ujian nasional
2. --- Berisi materi tentang pengertian kecemasan Background anak yang sedang cemas dengan menggenggam kepala
3. --- Berisi materi tentang hal-hal yang memicu kecemasan Background dan gambar kartun orang sedang cemas yang menyentuh kepalanya dengan dua tangannya
4. --- Berisi materi lanjutan tentang hal-hal yang memicu kecemasan Background dan gambar kartun orang sedang cemas yang menyentuh kepalanya dengan dua tangannya
5. Video “can anxiety causes depression” Berisi materi tentang hal apa saja yang menjadi gejala penderita kecemasan Background dan gambar wanita yang menyentuh pangkal hidung karena sedang cemas
6. --- Berisi materi lanjutan tentang hal apa saja yang menjadi gejala penderita kecemasan Background dan gambar wanita yang menyentuh pangkal hidung karena sedang cemas
7. --- Berisi materi tentang ciri-ciri orang penderita gangguan kecemasan Backgroun laki-laki sedang menyentuh kepala dengan tangan karena sedang cemas
8. --- Berisi materi lanjutan tentang ciri-ciri orang penderita gangguan kecemasan Background orang sedang duduk di pojok ruangan karena merasa cemas
9. --- Berisi materi tentang tingkatan-tingkata gangguan kecemasan Background dan gambar laki-laki sedang menunduk
10. --- Berisi materi lanjutan tentang tingkatan-tingkata gangguan kecemasan Background dan gambar laki-laki sedang berteriak
11. --- Berisi materi tentang jenis-jenis ganggan kecemasan Background laki-laki meletakkan tangan di muka
12. --- Berisi materi tentang bagaimana cara mengatasi kecemasan Background dan gambar wanita yang sedang merasa cemas
13. --- Berisi materi lanjutan tentang bagaimana cara mengatasi kecemasan Background laki-laki sedang mengemut tangan karena cemas
14. --- Berisi materi lanjutan tentang bagaimana cara mengatasi kecemasan Background dan gambar wanita sedang menyentuh bibir karena cemas
15. --- Berisi refleksi untuk siswa Background gambar cahaya warna-warni
16. --- Berisi slogan-slogan penyemangat untuk siswa dan ucapan terimakasih Background gambar cahaya warna-warni
17. --- Berisi deskripsi pengertian generalized anxiety disorder Background laki-laki yang duduk karena sedang merasa cemas
18. Video social anxiety disorder Berisi materi deskripsi pengertian social anxiety disorder Background dan gambar simbol anti-sosial
19. --- Berisi deskripsi pengertian post traumatic stress disorder Background dan gambar wanita yang sedang stress
20. --- Berisi deskripsi pengertian panic disorder Background dan gambar laki-laki yang sedang mengemut jari karena panic
21. --- Berisi deskripsi pengertian obsessive compulsive disorder Background dan gambar laki-laki penderita OCD
22. Video agoraphobia Berisi deskripsi pengertian phobia Background lukisan yang menggambarkan phobia seseorang
TEXT TALK
presented by eukaristia at 14.17Sofie:
Selamat siang, Bu Aisyah. Perkenalkan diri dulu, namaku Sofie. Begitu melihat site ibu dan ibu menyediakan layanan konseling, aku tertarik untuk bercerita tentang masalah yang sedang kuhadapi. Begini bu, aku berasal dari keluarga kurang harmonis. Dari latar itu aku jadi selalu minder tiap kali bergaul dengan teman-teman lain. Apalagi kalau ada cowok yang naksir aku. Meskipun dia baik banget, tapi aku selalu takut kalau dia bakal mengolok-olok tentang keluargaku yang nyaris bobrok itu. Dampaknya, sampai sekarang aku selalu menganggap bahwa semua orang pasti ngetawain aku. Bantu aku ya, bu.
Konselor:
Selamat siang sofie, salam sejahtera untuk kita semua. Saya ucapkan terima kasih kepada saudara sofie yang telah bersedia membicarakan dan mendiskusikan masalahnya kepada saya. Perkenalkan terlebih dahulu, nama saya Aan Aisyah selaku konselor yang bekerja disebuah tempat praktek di kota semarang.
Berdasarkan cerita sofie tadi bahwa hidup ditengah-tengah keluarga yang kurang harmonis dan karena kondisi tersebut akibatnya membawa pengaruh minder akan pandangan orang lain terhadap kodisi keluarga sofie. Saya bisa memahami apa yang sedang anda akan keadaan yang sedang anda alami. Disini saya dengan senang hati akan mencoba membantu dan mendiskusikan masalah ini bersama-sama dengan sofie tentunya. Sebelum kita akan membahas dan mendiskusikan permasalahan yang sedang sofie hadapi, saya ingin bertanya apakah diskusi kita akan kita lakukan menggunakan e-mail seperti saat ini ataukah sofie menginginkan kita berdiskusi menggunakan media lain. Apabila sofie menginginkan untuk tetap melanjutkan berdiskusi dengan menggunakan e-mail, kira-kira sofie akan membutuhkan berapa kali berkirim e-mail? Apakah mungkin tiga, empat, atau lima kali, atau barang kali sofie menginginkan lebih. Demi kelancaran diskusi kita, maka akan lebih baik bila telah tercapai kesepakatan terlebih dahulu.
Tadi anda telah mengungkapkan bahwa anda saat ini sedang berada pada kondisi keluarga yang kuang harmonis, dan kondisi tersebut mengakibatkan anda selalu minder dengan teman-teman anda. Berdasarkan cerita tersebut, bisakan anda mengungkapkan lebih jauh lagi tentang yang anda maksud dengan keluarga yang kurang harmonis dan hampir bobrok? Sebenarnya bagaimana situasi di rumah anda saat ini sehingga anda menyatakan bahwa sedang dalam keadaan kurang harmonis? Lalu bisakah pula anda menceritakan rasa minder yang bagaimana yang sedang anda rasakan?
Saya akan dengan senang hati dan sangat bergembira menunggu balasan e-mail anda agar kita bisa mendiskusikan masalah anda dengan lancar.
Jangan menyerah dan tetap semangat menghadapi hari yang akan datang, salam sejahtera untuk kita semua.
Sofie:
Terima kasih, bu, karena sudah bersedia membantuku dengan masalah yang sedang kualami. Kalau menurutku memang lebih enak kalu kita berdiskusinya menggunakan e-mail saja bu, lebih praktis dan aku juga selalu rajin buka e-mail kok setiap hari. Sebisa mungkin sih aku ingin mendiskusikan masalah ini dengan ibu lima kali balasan mungkin.
Ia seperti yang telah kusebutkan diawal bu, keluargaku tuh udah lama enggak harmonis. Ya, nggak kayak keluarga-keluarga teman-teman aku yang lain, bu. Kalu keluarga yang lain tu kalau yang aku dengar dari teman-teman, mereka tu ya perhatian sama anaknya, sering makan malem bersama, terus sering ngumpul bareng gitu, bu. Tapi kalau di keluarga aku tuh enggak kayak gitu. Di rumah papa mama selalu bertengkar, kayaknya tuh nggak ada hari tanpa bersilat lidah, tiap pagi sebelum aku berangkat sekolah pasti ada saja pertengkaran mulut yang terjadi. Terus kalau pas malem juga gitu, pas mau makan malem juga selalu saja bertengkar terus, sampai-sampai aku muak mendengarkan ocehan mereka setiap hari. Di keluargaku tuh dari dulu nggak ada yang namanya makan bareng, atau nonton tivi bareng kayak ynag teman-temanku lakukan sama keluarganya. Aku sib sudah sering gitu ya bu melerai mereka, bilang kalau bertengkar terus tidak ada gunanya, eh tapi aku malah dimarah-marahin bu. Waktu itu pernah sampai mamaku bilang mau cerai aja sama papaku. Sekarang aku sih nggak begitu peduli sama mereka mau bertengkar terus atau apa juga aku sudah nggak peduli bu, tapi,, tapi sekarang yang aku takutkan kalu ada temen-temenku yang mengetahui keadaan keluargaku yang kayak gitu. Aku jadi sering menghindari teman-temanku kalau lagi ngobrolin tentang masalah adek atau kakak, karena ujung-ujungnya pasti bahas masalah keluarga, aku kan takut nantukalau mereka ngetawain aku, aku takut dibilang anak yang brokenhome, aku takut sekali kalau sampai-sampai temen-temen pada ngolok-ngolok aku dibelakang aku, apalagi sampai ngomong langsung di depanku, ngehina-hina. Kemarin-kemarin aku juga sempat berfikir semua orang, mereka tu sudah pasti ngetawain aku. Apalagi waktu pas kira-kira dua minggu yang lalu, ada cowok yang pedekate sama aku, bu, dia baik banget sih sama aku, tapi aku selalu takut kalau-kalu nantinya dia juga akan ngetawain aku. Gimana nih, bu.
Konselor:
Senang sekali saya sudah menerima balasan e-mail dari sofie. Berdasarkan cerita sofie, saya menangkap bahwa sekarang sofie mempunyai kendala tentang keadaan rumah yang kurang harmonis, lalu tentang sofie yang merasa minder dengan teman-teman karena takut bila nanti ditertawakan oleh mereka tentang keadaan keluarga sofie. Dari kedua fokus masalah tersebut manakah yang akan kita bahas telebih dahulu? Agar diksusi kita sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Saya senantiasa menunggu balasan dari sofie. Tetap smangat sofie, yakinlah bahwa masalah yang sedang sofie alami adalah ujian dari tuhan untuk sofie supaya belajar lebih menjadi dewasa. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sofie:
Mungkin diantara dua masalah itu, kita bicarakan yang minder dulu aja, bu, soalnya masalah itu palingg menggangguku, apalagi kan aku sekolahnya sampai jam lima sore jadi hampir seharian aku habiskan waktu di sekolah. semakin hari semakin takut aku kalau diketawain sama orang-orang.
Konselor:
Dearest sofie, setiap orang terlahir dengan kondisinya masing-masing. Ada orang yang terlahir dalam keluarga yang broken home atau kurang harmonis seperti keluarga sofie, bahkan ada orang yang sama sekali tidak mempunyai keluarga satu pun alias yatim piatu. Ada orang yang terlahir dengan kondisi fisik lengkap dan ada pula orang yang dilahirkan dengan kondisi fisik yang tidak lengkap. Keindahan hidup adalah ketika kita mampu melihat hal-hal terbaik yang ada dalam diri kita dan kitta tentu saja mampu untuk mensyukurinya. Bukan melihat yang kurang-kurangnya atau yang negative-negative saja dari kehidupan yang kita alami. Bagaimana nanti orang lain akan menilai keluarga sofie adalah tergantung dari bagaimana cara sofie sendiri dalam menilai keluarga sofie sendiri. Cobalah sofie untuk lebih bijak dalam melihat keadaan yang sebenarnya sedang terjadi di sekitar sofie. Apakah benar ada yang mengolok-olok dan menertawakan sofie karena keadaan keluarga sofie yang tidak harmonis? Atau hanya hal-hal tersebut, yaitu yang tentang sofie takut ditertawakan dan diolok-olok oleh orang-orang adalah hanya sebatas pikiran sofie sendiri? Apabila benar yang sedang terjadi adalah ketakutan sofie akan tertawaan orang lain hanya sebatas pikiran-pikiran pribadi sofie sendiri dan bukan kenyataan bahwa orang-orang telah menertawakan sofie, hentikan pikiran-pikiran negtif seperti itu. Dirimu pasti punya banyak kelebihan-kelebihan lain yang jauh lebih indah ,sampai ada cowok yang naksir kepadamu, dibandingkan harus setiap hari memikirkan kekurangan-kekurangan saja. Mulailah dari mencari point positif yang ada dalam dirimu, setelah sofie mengetahui point-point positif tersebut yang merupakan kelebihan yang sofie miliki, lalu perkuat kelebihan-kelebihan sofie. Hidup akan terasa lebih indah bila kita memandang hidup adalah sesuatu yang indah. Begitu pula dengan hidup sofie, hidup sofie akan terasa jauh lebih indah tergantung dari bagaimana cara sofie memandangnya sendiri.
Sofie:
Sebenarnya memang benar, bu, orang-orang dan teman-teman belum pernah ada yang secara langsung maupun aku juga belum pernah dengar gosip tentang mereka yang mengolok-olok dan menertawakan aku. Tapi entah kenapa aku selalu saja merasa takut bila hal tersebut nantinya akan terjadi suatu saat. Aku takut sekali sampai-sampai ingin sembunyi saja dibawah kasur, bu.
Mungkin memang benar selama ini aku hanya melihat sisi buruk dari kehidupan yang telah ku jalani selama ini, belum pernah aku berfikir tentang sisi baik dalam kehidupanku. Seperti yang ibu bilang sebelumnya, sampai-sampai ada cowok yang naksir dan pedekate sama aku pasti mereka bukan hanya tanpa alasan naksir aku, pasti ada sisi baik dari diri aku yang mereka lihat.
Konselor:
Yang membuat kita menjadi lebih dewasa adalah bagaimana kita menyikapi dan menyelesaikan masalah yang kita alami sehingga kita akan belajar sesuatu yang berharga dari apa yang telah kita alami. Saya juga turut gembira apabila sofie sudah berani membuka pikiran baru dan mencoba melihat kehidupan dari sisi yang berbeda bukan hanya yang negatif-negatif saja.
Setelah kita berdiskusi panjang lebar dai yang mulai dari sofie bercerita tentang punya masalah dengan keluarga yang tidak harmonis dan berdampak pada rasa minder sofie pada teman-teman sofie di sekolah. berdasarkan kedua masalah tersebut, sofie juga telah memutuskan bahwa yang akan kita bahas dan diskusikan adalah masalah yang ke dua yaitu tentang keminderan sofie kepada teman-teman. Sofie juga rupa-rupanya telah memutuskan untuk mencoba mengubah cara pandang yang terdahulu yaitu cara pandang yang negatif yang takut ditertawakan oleh orang-orang menjadi cara panjang yang positif dengan cara mencari kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri sofie sendiri.
Sesuai kesepakatan kita diawal bahwa konseling kita akan diadakan selama lima kali balasan, setelah ini bagaimana sofie? Apakah kita akan menyudahi konseling kita sesuai kesepakatan, ataukah sofie menginginkan konseling tambahan atau bila perlu kita bisa bertatap muka langsung?
Bagaimana rencana-rencana sofie selanjutnya untuk lebih menikmati dan mensyukuri hidup?
Tetap semangat sofie. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sofie:
Terimakasih, bu, berkat ibu, sekarang aku mau belajar menghargai dan mensyukuri kehidupanku sendiri bukan hanya terus takut tentang apa yang sebenarnya hanya ada di pikiranku saja. Aku akan mencoba belajar menikmati sedikit demi sedikit tentang kehidupan saya, meskipun keluargaku kurang harmonis bukan berarti hubunganku dengan teman-teman dan juga dengan cowok yang naksir aku itu kurang harmonis.
Aku berencana untuk pertama-tama mencoba menghargai keluargaku meskipun keluargaku sudah bobrok seperti itu, tapi namanya keluarga sendiri mau gimana lagi. Aku akan tetap mensyukurinya. Masih punya mama dan papa. Lalu aku juga akan mencoba nggak menghindar lagi sama temen-temen aku, meskipun mereka sedang membahas keluarga masing-masing. Dan aku juga nggak akan menghindar dari cowok yang naksir aku itu, aku akan mencoba lebih baik merespon niat baik dia ke aku. Seperti yang pepatah katakan kalau tidak dicoba kita belum tahu hasilnya akan seperti apa.
Seperti yang sudah menjadi kesepakatan kita, bu, konseling kita cukup sampai disini saja. Aku pikir, aku sudah punya cukup masukan dari ibu yang tentu saja itu sangat membantuku membuka mata untuk hal-hal yang sebenarnya sudah ada didepan mata.
Terimakasih untuk saran dan bantuannya bu, salam sejahtera.
Konselor:
Saya turut senang karena sofie sudah berani membuka pintu baru dan melangkah maju sedikit demi sedikit. Bagus sekali apa yang sudah sofie rencanakan. Saya sangat mendukung rencana-rencana positif sofie.
Terima kasih pula karena sofie sudah mau berbagi cerita kepada saya. Bila sofie punya unek-unek atau masalah di kemudian hari, saya selalu dengan senang hati menerima e-mail dari sofie dan mari kita berdiskusi bersama membicarakan unek-unek atau masalah sofie tersebut.
Semangat dan sukses selalu. Salam sejahtera untuk kita semua. Semangat!!
RANCANGAN POWER POINT
presented by eukaristia at 14.13Rancangan Sebelum Membuat Power Point
1. Topic : Merencanakan Karir Dimasa Depan
2. Sasaran dan Tujuan :
• Sasaran : Siswa SMA Kelas X, XI, dan XII
• Tujuan : Siswa mampu membuat perencanaan akan
karirnya di masa depan.
3. Materi yang Diberikan : Hakikat karir dan kesuksesan/harapan yang akan
dicapai dimasa depan, pentingya perencanaan karir dimasa depan.
4. Fokus Materi : Langkah-langkah merencanakan Karir.
5. Waktu : 90 Menit.
6. Evaluasi : Evaluasi/Penilaian Segera, dengan meminta
tanggapan dan kesan yang didapat setelah mendapat materi Merencanakan Karir Dimasa Depan.
Senin, 09 Januari 2012
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN
presented by eukaristia at 17.20MTS AL ISLAM GUNUNG PATI SEMARANG
BIDANG BELAJAR
NO. KEBUTUHAN/PERMASALAHAN JENIS
LAYANAN KEGIATAN PENDUKUNG
1. Upaya mengatasi rasa malas belajar INFO HD
2. Tiga gaya belajar PKO HD
TK
3. Beberapa cara untuk menumbuhkan semangat belajar INFO HD
4. Memahami teknik-teknik belajar dengan menggunakan berbagai sumber belajar BKP HD
TK
5. Disiplin belajar serta berlatih secara efektif, efisien dan produktif BKP HD
TK
6. Menyusun jadwal belajar secara mandiri PKO HD
7. Upaya mengatasi rasa mengantuk saat jam pelajaran INFO HD
8. Mengenal faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar INFO
PKO HD
9. Belajar dengan cara yang menye-nangkan PKO HD
10. Mengembangkan Kebiasaan Belajar Efektif BKP HD
11. Evaluasi prestasi akademik BKP HD
12. Kegiatan belajar kelompok PP
BKP HD
13. Partisipasi diri dalam kegiatan belajar (kelompok, kelas, dan sekolah) PKO HD
14. Merencanakan target hasil belajar secara periodik PKO HD
15. Pengelolaan emosi untuk meningkatkan prestasi belajar INFO HD
KETERANGAN:
1. Jenis Layanan:
ORIN : Layanan Orientasi
INFO : Layanan Informasi
PKO : Layanan Penguasaan Konten
BKP : Layanan Bimbingan Kelompok
KKP : Layanan Konseling Kelompok
KPR : Layanan Konseling Perorangan
PP : Layanan Penempatan dan Penyaluran
KS : Layanan Konsultasi
MS : Layanana Mediasi
2. Kegiatan Pendukung:
AI : Aplikasi Instrumen
HD : Himpunan Data
KK : Konferensi Kasus
KR : Kunjungan Rumah
AK : Alih Tangan Kasus
TK : Tampilan Kepustakaan



