Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juli 2012

TEORI MEMBUAT BLOG



Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Dengan kata lain, orang yang ngeblog punya visi dan misi masing-masing.

Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Secara garis besar, Weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen, gambar ataupun multimedia. Para pembuat blog dinamakan Blogger. Melalui Blognya, kepribadian Blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai, apa tanggapan terhadap link-link yang di pilih dan isu-isu didalamnya. Oleh karena itu Blog bersifat sangat personal. Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika Blog memuat tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam,dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan, sarana untuk mengekspresikan pendapat, berbagi cerita dengan orang lain di seluruh penjuru dunia, bisa juga sebagai tempat atau sarana untuk mencari uang, dan masih banyak fungsi lainnya.

Fungsi Blogger Untuk Pendidikan:
1. blog menjadi sarana publikasi tulisan yang termudah sekaligus strategis. Kita sudah pada tahu, salah satu masalah utama yang dialami kebanyakan penulis-terlebih lagi penulis pemula-adalah soal wadah publikasi. Media massa umum seperti koran, tabloid, majalah, jurnal, sering kali terbatas ruangnya dan mematok standar kualitas tulisan tertentu. Setiap hari, ribuan tulisan masuk ke meja redaksi berbagai media massa, tapi hanya sedikit saja yang bisa dimuat.
2. tulisan di blog mudah sekali dikomentari dan feedback ini banyak manfaatnya. Asal menu komentar tidak ditutup, maka siapa pun yang membaca tulisan kita bisa berkomentar apa saja di sana. Memang, untuk blog yang aktif serta sering dikunjungi, komentar mudah sekali didapat dan jumlahnya bisa banyak sekali. Sementara, blog yang kurang aktif, jarang ditaut (di-link), dan jarang dikunjungi biasanya juga tidak banyak komentarnya.
3. blog bisa menjadi alat penumbuh kebiasaan dan keteraturan menulis. Bagaimanapun, setelah punya blog biasanya kita akan terdorong untuk terus mengisinya dengan berbagai bentuk tulisan. Terlebih bila tulisan-tulisan kita mendapatkan sambutan atau aneka komentar dari para pengunjung. Ini akan memotivasi kita untuk rajin mem-posting tulisan. Bagi mereka yang sedang belajar menulis, komentar atau tanggapan blogger (penulis blog) lain ini akan sangat besar artinya.
4. menulis di blog secara rutin juga berdampak pada kemampuan kita dalam menuangkan gagasan. Makin sering menulis di blog, rasanya akan semakin mudah pula mengeluarkan ide-ide dalam bentuk tulisan. Ini sama persis dengan kegiatan menulis diari sehari-hari. Semakin sering kita mengisi diari, semakin mudah dan lancar pula kita menulis.
5. blog bisa menjadi ajang ekspresi yang bebas hambatan sama sekali. Ini memungkinkan tulisan-tulisan yang dalam kacamata umum mungkin dianggap kurang pantas, terlalu absurd, atau melanggar aturan-aturan tertentu, di blog malah mendapatkan saluran seluas-luasnya. Blog bisa menjadi saluran gagasan-gagasan alternatif, bahkan yang paling ekstrim sekalipun. Ini yang tidak mungkin diwadahi oleh media konvensional.
6. blog adalah tempat kita untuk menabung tulisan. Satu demi satu kita isi blogblog kita akan penuh juga. Bagus sekali bila mayoritas tulisan yang kita tampilkan di blog adalah karya sendiri. Terlebih bila blog dengan beragam tulisan, maka lama kelamaan memang kita jadikan sebagai sarana untuk berlatih menulis dan menampung tulisan-tulisan karya sendiri.
7. blog bisa berfungsi sebagai media personal branding. Blog bisa menjadi ajang unjuk ide, pikiran, karya, tulisan, serta pencitraan. Lima tahun yang lalu mungkin Anda tidak mengenal siapa itu Enda Nasution, Priyadi, Fatih Syuhud, Jennie S. Bev, dan para blogger kenamaan saat ini. Kalaupun sudah mengenalnya, mungkin hanya sayup-sayup belaka. Tapi, berkat kiprah mereka di dunia maya melalui blog, mereka kini dikenal menjadi orang-orang beken di dunia blog Tanah Air. Itu artinya, mereka berhasil membangun merek diri melalui blog. Tinggal pemanfaatan ekuitas mereknya saja akan seperti apa nantinya.


BAB III
METODE MEMBUAT BLOG
A.      Cara Membuat Blog
1. Pada address browser anda ketik http://blogger.com
2. Setelah itu akan tampil seperti terlihat pada gambar dibawah ini:
3. Klik create your blog now.
4. Tunggu sampai muncul tampilan seperti berikut ini:
5. Email address => di isi dengan alamat email kita (sebaiknya pake alamat email di gmail.com).
6. Enter a Password => di isi password anda
7. Retype Password => di isi dengan password yang sama dengan yang di atas.
8. Display Name => di isi dengan nama kita (ini akan ditampilkan pada blog anda nantinya)
9. Word Verification => isi persis sama dengan tulisan yang diatasnya, huruf besar ditulis dengan huruf besar gitu sebaliknya.
10. Klik/centang pada “I Agree the Term Service”.
11. Setelah itu tekan tombol Continue.
12. Selanjutnya muncul tampilan seperti berikut ini:
13. Blog Title => di isi dengan judul dari blog kita, posisinya ada pada header (bagian atas blog/pada bagian atas browser anda)
14. Blog Address (URL) => untuk ini bisa anda buat sendiri,
15. Word Verification => anda isi persis sama dengan kata yang ditampilkan dibawahnya, karena klo salah tidak akan bisa melanjut kelangkah berikutnya.
16. Jika semua sudah benar anda akan melihat seperti pada tampilan berikut ini:
17. Sekarang kita memilih template yang disediakan oleh Google, sebaiknya sebelumnya ada baiknya kita mem-Preview dulu sebelum melanjutkan kelangkah berikutnya.
18. Jika sudah cocok dengan templatenya tinggal di klik Continue.
19. Langkah selanjutnya anda tekan tombol Star Posting, untuk melakukan posting pada blog anda.

Sabtu, 23 Juni 2012

MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI KERJA SAMA GURU DAN ORANG TUA



Oleh. Astuti (08703251024)

Abstrak
Realita lapangan menunjukan bahwa siswa di Indonesia tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi baik kemampuan belajar matematika, bahasa maupun ilmu pengetahuan alam. Banyak siswa merasa “ogah-ogahan” di dalam kelas, tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka. Hal ini menunjukan bahwa siswa tidak mempunyai  motivasi yang kuat untuk belajar. Siswa masih mengganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan dan memilih kegiatan lain di luar kontek belajar seperti menonton televisi, sms, dan bergaul dengan teman sebaya. Rendahnya motivasi belajar siswa akan membuat mereka tertarik pada hal-hal yang negative,seperti minum obat- obatan terlarang, pergaulan bebas dan lainnya. Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu. Dalam hal belajar motivasi diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa untuk melakukan serangkaian kegiatan belajar guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tugas guru adalah membangkitkan motivasi anak sehingga ia mau melakukan serangkaian kegiatan belajar. Motivasi siswa dapat timbul dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) dan dapat timbul dari luar diri siswa (motivasi ekstrinsik).
Kegiatan untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Rendahnya kepedulian orang tua dan guru, merupakan salah satu penyebab sulitnya menumbuhkan motivasi belajar anak.
Hal-hal yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa diantaranya  adalah metode dan cara-cara mengajar guru yang monoton dan  tidak menyenangkan, tujuan kurikulum dan pengajaran yang tidak jelas,tidak adanya relevansi kurikulum dengan kebutuhan dan minat siswa, latar belakang ekonomi dan sosial budaya siswa.
Maka orang tua dan guru perlu bekerja sama untuk  menumbuhkan motivasi belajar anak. Untuk menghasilkan kolaborasi dalam rangka mencapai tujuan  yang baik maka pola kerja sama antara ke duanya harus dirancang sedemikian rupa.

Kata kunci: Motivasi belajar

Pendahuluan
Salah satu permasalahan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu proses pembelajaran seperti metode mengajar guru yang tidak tepat, kurikulum, manajemen sekolah yang tidak efektif dan  kurangnya motivasi  siswa dalam belajar.
Realita lapangan menunjukan bahwa siswa tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi,  baik dalam mata pelajaran belajar matematika, bahasa maupun ilmu pengetahuan alam. Banyak siswa merasa “ogah-ogahan” di dalam kelas, tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka. Hal ini menunjukan bahwa siswa tidak mempunyai  motivasi yang kuat untuk belajar. Siswa masih mengganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan dan memilih kegiatan lain di luar kontek belajar seperti menonton televisi, sms, dan bergaul dengan teman sebaya.
Rendahnya motivasi belajar siswa akan membuat mereka tertarik pada hal-hal yang negative. Raymond J.W dan Judith(2004:22) mengungkapkan bahwa secara harfiah anak- anak tertarik pada belajar, pengetahuan, seni (motivasi positif) namun mereka juga bisa tertarik pada hal–hal yang negative  seperti minum obat- obatan terlarang, pergaulan bebas dan lainnya. Motivasi belajar anak-anak muda tidak akan lenyap tapi ia akan berkembang dalam cara-cara yang bisa membimbing mereka untuk menjadikan diri mereka lebih baik atau juga bisa sebaliknya. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh orang tua dan guru.

Motivasi Belajar
Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif/daya menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu. Dalam hal belajar motivasi diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa untuk melakukan serangkaian kegiatan belajar guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tugas guru adalah membangkitkan motivasi anak sehingga ia mau melakukan serangkaian kegiatan belajar. Motivasi siswa dapat timbul dari dalam diri individu (motivasi intrinsic) dan dapat timbul dari luar diri siswa/motivasi ekstrinsik (Uzer Usman, 2008).
Motivasi instrinsik merupakan motivasi yang timbul sebagai akibat dari dalam diri individu tanpa ada paksanan dan dorongan dari orang lain, misalnya anak mau belajar karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan atau ingin mendapatkan keterampilan tertentu, ia akan rajin belajar tanpa ada suruhan dari orang lain. Sebaliknya motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan  kondisi yang demikian akhirnya ia mau belajar.
Kegiatan untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Rendahnya kepedulian orang tua dan guru, merupakan salah satu penyebab sulitnya menumbuhkan motivasi belajar anak.. Fakta yang terjadi selama ini menunjukan bahwa  ketika ada permasalahan tentang rendahnya motivasi belajar siswa, guru dan orang tua terkesan tidak mau peduli terhadap hal itu, guru membiarkan siswa malas belajar dan orang tua pun tidak peduli dengan kondisi belajar anak. Maka untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa orang tua dan guru perlu mengetahui penyebab rendahnya motivasi belajar siswa dan factor-faktor yang mempengaruhinya.
Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa diantaranya  adalah sebagai berikut:
·       Metode mengajar guru. Metode dan cara-cara mengajar guru yang monoton dan  tidak menyenangkan akan mempengaruhi motivasi belajar siswa
·       Tujuan kurikulum dan pengajaran yang tidak jelas
·       Tidak adanya relevansi kurikulum dengan kebutuhan dan minat siswa
·       Latar belakang ekonomi dan social budaya siswa
Sebagian besar siswa yang berekonomi lemah tidak mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar dan melanjutkan pendidikan  ke jenjang yang lebih tinggi. Contohnya siswa yang berasal dari pesisir pantai misalnya lebih memilih langsung bekerja melaut dari pada bersekolah, .
·       Kemajuan teknologi dan informasi. Siswa hanya memanfaatkan produk teknologi dan informasi untuk memuaskan kebutuhan kesenangan saja.
·       Merasa kurang mampu terhadap mata pelajaran tertentu, seperti matematika, dan bahasa inggris
·       Masalah pribadi siswa baik dengan orang tua, teman maupun dengan lingkungan sekitarnya.
 Raymond dan Judith (2004:24)  mengungkapkan ada empat pengaruh utama dalam motivasi belajar seorang anak yaitu
1.     Budaya. Masing-masing kelompok atau etnis telah menetapkan dan menyatakan secara tidak langsung nilai-nilai yang berkenaan  dengan pengetahuan baik dalam pengertian akademis maupun tradisional. Nilai-nilai itu terungkap melalui pengaruh agama, undang-undang politik untuk pendidikan serta melalui harapan-harapan orang tua yang berkenaan dengan persiapan anak-anak mereka dalam hubungannya dengan sekolah. Hal–hal ini akan mempengaruhi motivasi belajar anak.
2.     Keluarga. Berdasarkan penelitian orang tua memberi pengaruh utama dalam memotivasi belajar seorang anak. Pengaruh mereka terhadap perkembangan motivasi belajar anak-anak memeberi pengaruh yang sangat kuat dalam setiap perkembangannya dan akan terus berlanjut sampai habis masa SMA dan sesudahnya.
3.     Sekolah. Ketika sampai pada motivasi belajar, para gurulah yang membuat sebuah perbedaan. Dalam banyak hal mereka tidak sekuat seperti orang tua. Tetapi mereka bisa membuat kehidupan sekolah mnjadi menyenangkan atau menarik. Dan kita bisa mengingat seorang guru yang memenuhi ruang kelas dengan kegembiraan dan harapan serta membukakan pintu-pintu kita untuk menemukan pengetahuan yang mengagumkan.
4.     Diri anak itu sendiri
Murid-murid yang mempunyai kemungkinan paling besar untuk belajar dengan serius, belajar dengan baik dan masih bisa menikmati belajar, memiliki perilaku dan karakter pintar, berkualitas, mempunyai identitas, bisa mengatur diri sendiri sudah pasti  mempengaruhi motivasi belajarnya.
Dilihat dari peranannya, maka orang tua dan guru paling berpengaruh dalam rangka memotivasi belajar siswa.Kerja sama antara kedua komponen ini akan menghasilkan kekuatan luar biasa yang bisa menumbuhkan motivasi belajar anak. Untuk menghasilkan kolaborasi dalam rangka mencapai tujuan  yang baik maka pola kerja sama antara ke duanya harus dirancang sedemikian rupa. Kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh orang tua dan guru harus teridentifikasi dengan jelas. Karena dengan memahami kekuatan dan kelemahan guru dan orang tua akan dapat membuat rancangan yang tepat untuk menumbuhkan motivasi anak.

Ciri- Ciri Guru yang Bisa Memotivasi Siswa
Salah satu ciri guru yang bisa memotivasi adalah antusiasme, mereka peduli dan paham dengan apa yang diajarkannya dan mengkomunikasikannya dengan murid bahwa apa yang sedang mereka pelajari itu penting. Ia memberikan teladan yang dapat menjadi inspirasi bagi siswanya.
Ciri-ciri guru yang berkualitas dan bisa memotivasi siswa adalah guru yang melakukan hal-hal sebagai berikut :
v Menjadi manajer yang baik yang mampu merencanakan,mengelola, mengorganisasikan serta mengevaluasi kelasnya, murid-murid akan merasa  aman dan nyaman bersamanya
v fasilitator yang memperlakukan semua siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bertanggungjawab
v Memberikan pengaruh arus balik yang bersifat korektif
v Memberikan test-tes yang adil, penilaian yang bersifat informative
v Membantu murid-murid untuk menyadari bahwa mereka sedang tumbuh dalam persaingan dan keunggulan.

Ciri-ciri keluarga yang efektif
Keluarga yang efektif  mampu  memotivasi anak untuk belajar. Ciri-cirinya adalah :
v Membuat suatu kontrol atas kehidupan mereka
v Mengkomunikasikan harapan-harapan yang tinggi kepada anak-anak
v Memiliki impian tentang keberhasilan anak di masa depan
v Menanamkan pandangan bahwa kerja keras merupakan kunci keberhasilan
v Mengarahkan waktu anak-anak dalam aktifitas yang bermanfaat
v Membuat aturan yang positif seperti pembatasan menonton acara televise
v Memberikan tanggungjawab kepada anak untuk menyelesaikan masalah
v Sering berhubungan dengan guru
v Menekankan kehidupan spiritual terhadap anak.

Membangun Hubungan Kerja Sama
Selama ini hubungan yang terjadi antara guru dan orang tua masih terbatas pada hal-hal tertentu, orang tua ke sekolah atau menghubungi guru hanya karena ada masalah saja, begitupun sebaliknya guru menghubungi orang tua apabila ada masalah dengan anaknya. Orang tua ke sekolah hanya karena diundang oleh pihak sekolah pada acara-acara tertentu. Jarang dijumpai orang tua dan guru duduk bersama membahas upaya-upaya yang dapat dilakukan secara  bersama untuk menunjang motivasi belajar anak. Maka ketika anak mendapatkan masalah terkait dengan motivasi belajarnya maka akan terjadi aksi saling menyalahkan antara guru dan orang tua.
Maka  kita tak boleh mengulangi kondisi di atas. Guru dan orang tua harus menciptakan hubungan positif dalam rangka menumbuhkan semangat belajar anak. Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh guru dalam membuka pintu untuk membangun komunikasi langsung. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi maka guru bisa memanfaatkan sms, email, atau pesawat telepon untuk membuka komunikasi dengan orang tua, atau kalaupun media-media komunikasi di atas belum memungkinkan untuk digunakan maka cara-cara manual seperti mengirim surat atau kuisioner yang berisi informasi tentang perkembangan kognitif, psikomotorik dan afektif anak dapat dilakukan oleh guru. Guru dapat menyediakan waktu sekali sebulan untuk melakukan hal ini.
Sebaliknya orang tua juga perlu mengambil inisiatif dalam membuka jalur komunikasi dengan guru. Orang tua hendaknya bisa memberikan informasi-informasi yang berguna bagi guru tentang kondisi anak di rumah. Orang tua bisa melakukannya dengan menghubungi guru secara langsung di rumahnya atau melalui SMS, atau melalui telepon di luar jam mengajarnya. Orang tua juga bisa membina hubungan dengan pihak sekolah dengan cara sedapat mungkin menghadiri undangan dari pihak sekolah, karena momen seperti rapat-rapat orang tua merupakan sarana yang efektif untuk menyampaikan pendapat, uneg-uneg serta usul saran  bagi pihak sekolah.
Untuk mendukung kerja sama yang baik maka guru dan orang tua harus mengetahui apa yang bisa mereka lakukan untuk menumbuhkan motivasi belajar anak. Guru harus menempatkan usaha memotivasi siswa pada perencanaan pembelajarannya. Sebagai mana yang diungkapkan oleh Gagne yang dikutip oleh Abdul Majid (2008:69) Siswa sadar akan tujuan yang harus dicapai dan bersedia melibatkan diri. Hal ini sangat berperan karena siswa harus berusaha untuk memeras otaknya sendiri. Kalau kadar motivasinya rendah siswa akan cenderung membiarkan permasalahan yang diajukan. Maka peran guru dalam hal ini adalah menimbulkan motivasi siswa dan menyadarkan siswa akan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

Cara-Cara menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa
1.      Hal-Hal yang Dilakukan Oleh Guru
Sebagai komponen yang secara langsung berhubungan dengan permasalah rendahnya motivasi belajar siswa, maka guru harus mengetahui beberapa hal yang bisa dilakukannya untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, diantaranya adalah :
·       Memilih cara dan metode mengajar yang  tepat termasuk memperhatikan penampilannya
·       Menginformasilkan dengan jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
·       Menghubungkan kegiatan belajar dengan minat siswa
·       Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran misalnya melalui kerja kelompok
·       Melakukan evaluasi dan menginformasikan hasilnya, sehingga siswa mendapat informasi yang tepat tentang keberhasilan dan kegagalan dirinya
·       Melakukan improvisasi-improvisasi yang bertujuan untuk menciptakan rasa senang anak terhadap belajar. Misalnya kegiatan belajar diseling dengan bernyanyi bersama atau sekedar bertepuk tangan yang meriah
·       Menanamkan nilai atau pandangan hidup yang positif tentang belajar misalnya dalam agama islam belajar dipandang sebagi sebuah kegiatan   jihad yang akan mendapatkan nilai amal disisi Allah.
·       Menceritakan keberhasilan para tokoh-tokoh dunia yang dimulai dengan mimpi-mimpi mereka dan ceritakan juga cara-cara mereka meraih mimpi-mimpi itu.  Ajak siswa untuk bermimpi meraih sukses dalam bidang apa saja seperti mimpinya para tokoh dunia tersebut.
·       Memberikan respon positif kepada siswa ketika mereka berhasil melakukan sebuah tahapan kegiatan belajar. Respon positif ini bisa berupa pujian, hadiah, atau pernyataan-pernyataan positif laiinya.

2.      Hal-Hal  Yang Dilakukan oleh Orang Tua
·        Mengontrol perkembangan belajar anak. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk mengontrol kegiatan anak.
·       Mengungkap harapan-harapan yang realistis terhadap anak
·       Menanamkan pemahaman agama yang baik khususnya yang terkait dengan motivasi
·       Melatih anak untuk memecahkan masalahnya sendiri, orang tua melakukan pembimbingan seperlunya
·       Tanyakanlah keinginan dan cita-cita mereka. Berikan dukungan terhadap keingginan dan cita-cita mereka. Arahkan mereka untuk meraih cita-cita itu dengan benar.
·       Menggunakan hasil evaluasi yang diberikan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar selanjutnya.

3.      Hal-Hal Yang Dikerjakan oleh Ortu dan Guru Secara Bersama  
Ketika permasalahan rendahnya motivasi sudah menjadi permasalahan yang serius yang tidak bisa diantispasi oleh guru sendiri atau oleh orang tua sendiri, maka kerja sama antara guru dan orang tua harus segera dilakukan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan di ataranya :
1.     Mengidentifikasi masalah yang terjadi pada siswa, cari factor penyebab yang mengakibatkan rendahnya motivasi belajar siswa, identifikasi masalahnya.
2.     Mencari solusi-solusi untuk memecahkan masalah yang terjadi pada anak. Cari masalah yang bisa diatasi oleh guru, atau masalah yang bisa diatasi oleh orang tua
3.     Memberikan perlakuan yang tepat terhadap anak, mereka sedang mengalami permasalahan, maka orang tua dan guru harus mempunyai komitemen  yang tinggi untuk tidak menambah beban mereka dengan menyalahkan, mencemooh anak-anak.
4.     Libatkan siswa untuk memecahkan permasalahannya. Orang tua, guru dan siswa perlu duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahannya.

Kesimpulan
Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa baik faktor yang ada  dalam diri siswa seperti minat, kemauan maupun faktor yang ada di luar siswa seperti guru, orang tua, lingkungan sosial budaya dan  ekonomi. Menumbuhkan motivasi belajar siswa bukanlah pekerjaan yang mudah. Proses menumbuhkan motivasi belajar siswa harus dilakukan secara bersama oleh guru dan orang tua, kerja sama positif antara orang tua dan guru merupakan hal yang mutlak.Orang tua dan guru bisa saling bekerja sama dengan memberikan informasi timbal balik tentang siswa. Selain itu orang tua dan guru perlu mengeindentifikasi permasalahan motivasi siswa,kemudian secara bersama mencari solusi pemecahan masalah dengan melibatkan siswa.

Rabu, 18 Januari 2012

GANGGUAN BELAJAR PADA ANAK SD



Memahami Gangguan Belajar pada Anak Sekolah Dasar
Proses belajar anak usia Sekolah Dasar merupakan kondisi yang sangat penting sebagai landasan pendidikan anak. Namun demikian, kondisi belajar tersebut terkadang mengalami gangguan yang tentu saja dapat mempengaruhi proses belajar anak. Gangguan belajar terutama pada anak Sekolah Dasar merupakan suatu gejala, yang bisa menjadi bagian dari suatu gangguan tertentu, namun dapat pula sebagai kondisi tersendiri.

Gangguan belajar bisa merupakan salah satu gejala dari gangguan jiwa, seperti retardasi mental, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, gangguan autisme atau gangguan cemas pada anak. Sedangkan gangguan belajar yang berdiri sendiri, bisa dalam bentuk gangguan membaca (disleksia), gangguan menulis (disgrafia) atau gangguan berhitung (diskalkulia).

Gangguan Membaca (Disleksia)
Gangguan membaca merupakan suatu diagnosis yang ditandai oleh adanya kesulitan berat dalam kemampuan membaca (mengerti bahan bacaan). Kesulitan ini tidak sesuai dengan yang dialami anak lain seusianya dan tidak sesuai dengan kemampuan kognitifnya. Gangguan membaca ini juga tidak berhubungan dengan adanya gangguan perkembangan fisik, motivasi yang kurang, pendidikan yang kurang adekuat, masalah sosial ekonomi dan gangguan pada sistem sensorik (penglihatan dan pendengaran).

Gangguan berhitung (diskalkulia)
Gangguan berhitung atau gangguan matematik merupakan kesulitan dalam kemampuan aritmatik; termasuk berhitung dan menyelesaikan soal-soal aritmatik. Kesulitan ini tidak sesuai dengan kemampuan anak seusianya, tingkat kecerdasan dan pendidikan yang dijalaninya. Selain itu, kesulitan ini juga tidak disertai dengan adanya gangguan penglihatan, pendengaran, fisik atau emosi. Juga tidak berhubungan dengan lingkungan, kultur atau ketidakmampuan ekonomi.

Gangguan Menulis (Disgrafia)
Gangguan menulis merupakan gangguan pada kemampuan menulis anak yaitu kemampuan di bawah rata-rata anak seusianya. Gangguan ini tidak sesuai dengan tingkat kecerdasan dan pendidikan yang telah dijalaninya. Hal tersebut menimbulkan masalah pada akademik anak dan berbagai area kehidupan anak. Menulis merupakan proses penyelesaian masalah (problem solving); yang melibatkan kemampuan penulis dalam menghasilkan bahasa yang dapat dimengerti serta merefleksikan kemampuan dan opini penulis tentang suatu topik.

Deteksi Dini Gangguan Belajar pada Anak
Gangguan belajar pada anak penting untuk dideteksi sejak dini. Hal ini karena gangguan belajar dapat mempengaruhi perasaan dan perilaku anak. Perilaku anak dengan gangguan belajar dapat diamati saat di kelas. Anak biasanya tidak dapat duduk tenang di tempatnya, lambat menyelesaikan tugas atau bahkan tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan. Hal ini sebetulnya merupakan bentuk penghindaran dari mengerjakan tugas yang dirasanya sulit.
Perkembangan anak sejak kecil juga bisa merupakan pertanda kemungkinan terjadinya gangguan belajar pada usia sekolah dasar. Anak dengan keterlambatan bicara (belum bisa mengucapkan kalimat sederhana di usia 2 tahun), bisa merupakan faktor prediksi terjadinya gangguan belajar. Gangguan koordinasi motorik, terutama pada usia menjelang taman kanak-kanak, juga bisa menjadi faktor prediksi terjadinya gangguan belajar.

Jika orang tua atau guru melihat tanda-tanda adanya gangguan belajar pada anak, perlu segera dikonsultasikan kepada dokter. Pertama kali dilakukan pemeriksaan ada atau tidaknya gangguan pada penglihatan dan pendengaran. Karena seringkali gangguan pada penglihatan dan pendengaran juga dapat mengganggu kemampuan belajar anak. Pemeriksaan psikologis seperti tingkat kecerdasan (tes IQ), juga perlu dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya tingkat kecerdasan yang kurang, seperti pada retardasi mental. Selain itu, diperiksa juga kemungkinan adanya gangguan jiwa lain seperti autisme, gangguan pemusatan perhatian dan perilaku, atau gangguan kecemasan.

Cara Membantu Anak Mengatasi Gangguan Belajar, Tips Bagi Orang Tua
Anak yang mengalami gangguan belajar sering kali akan menunjukkan gangguan perilaku. Hal ini bisa berdampak pada hubungan pasien dengan orang-orang di sekitarnya (keluarga, guru dan teman-teman sebaya). Untuk itu anak perlu didampingi untuk menghadapi situasi ini.

Orang tua merupakan guru yang pertama dan terdekat dengan anak. Dengan demikian, peran orang tua sangat penting untuk mengenali permasalahan apa yang dialami anak. Selain itu, penting juga untuk menemukan kekuatan atau kemampuan yang dimiliki anak. Hal ini akan membantu orang tua mendukung anak mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak.

Tugas anak adalah bermain, maka proses belajar pun sebaiknya menjadi proses yang menyenangkan untuk anak. Apalagi pada anak dengan gangguan belajar, penting untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membebani anak. Kenali hal apa yang membuat anak merasa senang. Misalnya, jika anak tersebut menyukai lagu tertentu, ajak anak itu belajar sambil memutarkan lagu tersebut. Ijinkan anak membawa mainan kesayangannya saat belajar. Jika anak senang dengan suatu obyek tertentu, misalnya kereta api, sertakan bentuk kereta api dalam pelajaran. Sebagai contoh, anak dengan gangguan berhitung, saat belajar berhitung dapat digunakan gambar kereta api yang dia senangi.

Anak dengan gangguan belajar juga bisa mengalami perasaan rendah diri karena ketidakmampuannya atau karena sering diejek oleh teman-temannya. Untuk itu, penting bagi orang tua memberikan pujian jika ia berhasil melakukan suatu pencapaian. Misalnya, bila suatu kali anak berhasil mendapat nilai yang cukup baik atau mengerjakan tugas dengan benar, maka orang tua hendaknya memberi pujian pada anak. Hal ini akan memotivasi anak untuk berbuat lebih baik, meningkatkan rasa percaya diri dan membantu anak merasa nyaman dengan dirinya.

Keterlibatan pihak sekolah juga perlu diperhatikan karena sebagian besar waktu belajar anak ada di sekolah. Diskusikan dengan guru kelas mengenai kesulitan dan kemampuan anak dalam belajar. Posisi tempat duduk anak di kelas juga bisa membantu anak untuk lebih berkonsentrasi dalam belajar. Akan lebih baik jika anak duduk di depan kelas sehingga perhatiannya tidak teralih ke anak-anak lain atau ke jendela kelas.

Masalah gangguan belajar penting sekali dipahami oleh orang tua dan guru sehingga dapat mendukung dan membantu anak dalam belajar. Jika ditangani dengan tidak benar maka hanya akan menambah permasalahan pada anak. Deteksi dan konsultasi dini pada anak yang diduga mengalami gangguan belajar menjadi faktor penting sehingga anak dapat segera ditangani dengan tepat. Kerja sama antara orang tua, guru dan profesional kesehatan jiwa (psikiater dan psikolog) diperlukan untuk membantu anak menghadapi permasalahan gangguan belajar tersebut.

Jumat, 13 Januari 2012

PENYELENGGARAAN BIMBINGAN BELAJAR DI SD

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Bimbingan merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin, dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding), menerima dirinya (self acceptance), mengarahkan dirinya (self direction), dan merealisasikan dirinya (self realization).
Bimbingan belajar merupakan salah satu layanan dalam bimbingan dan konseling. Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu layanan di sekolah dasar. Setiap guru perlu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan koseling dalam rangka membantu murid mencapai tujuan pendidikan di sekolah. layanan bimbingan dan konsling itu akan berjalan dengan baik apabila pelaksanaannya didasari program yang terencana dan terarah. Tujuan bimbingan belajar yaitu memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar dan memahami hmbatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya, memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat, memiliki ketrampilan untuk menetapkan tujuan untuk perencanaan pendidikan, memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.  
Berdasarkan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling tersebut diatas, maka penulis mengangkat topik tersebut ke dalam makalah dengan judul “Penyelenggaraan Program Bimbingan Belajar di Sekolah Dasar”

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.    Apa dasar penyelenggaraan BK Belajar di SD?
2.    Apa saja isi dari program Bimbingan dan Konseling di SD?
3.    Bagaimana penyelenggaraan program bimbingan belajar di SD?
4.    Apa saja standar kompetensi kemandirian peserta didik?

C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari makalah ini yaitu:
1.    Untuk mengetahui dasar penyelenggaraan BK Belajar di SD.
2.    Untuk mengetahui  isi dari program Bimbingan dan Konseling di SD.
3.    Untuk mengetahui bagaimana penyelenggaraan program bimbingan belajar di SD.
4.    Untuk mengetahui  apa saja standar kompetensi kemandirian peserta didik.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kurikulum 1994
Dalam kurikulum pendidikan dasar, landasan, program dan pengembangan, Dep Pdan K, 1994/1995 dikatakan bahwa “perencanaan program bimbingan belajar dan bimbingan karir ditekankan pada upaya bimbingan belajar tentang cara belajar, memahamidunia kerja, dan mengembangkan kemampuan untuk membuat perencanaan serta kemampuan untuk memngambil keputusan.perencanaan bimbingan ditujukan kepada penyiapan siswa untuk melanjutkan ke pendidikan menengah atau memasuki lapangan kerja. Perlu  juga direncanakan bimbingan yang akan diberikan kepada siswa selama mengikuti program perbaikan dalam rangka mencapai kemampuan minimum yang dituntut oleh kurikulum dan program pengajaran tambahan.

B.    Program Bimbingan dan Konseling Di SD
Program bimbingan dan konseling di sekolah dasar memuat:
1.    Program Orientasi dan Informasi
Program ini berisikan layanan dan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada murid (khususnya murid baru) dan orang tua tentang seluk beluk persekolahan secara menyeluruh. Isi kegiatan orientasi da informasi antara lain:
a.    Informasi tentang tugas dan kewajiban murid pada umumnya di bidang administrasi dan penyelenggaraan pengajaran.
b.    Informasi tentang pelaksanaan kurikulum, tata tertib, dan organisasi sekolah.
c.    Informasi tentang cara-cara belajar yang baik dan tuntutan-tuntutan yang harus dilakukan oleh murid agar dapat belajar dengan baik disekolah dan dirumah.
d.    Informasi tentang fasilitas-fasilitas yang dimanfaatkan oleh murid disekolah.
2.    Program Pengumpulan Data
Program pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh pemahan yang tepat dan menyeluruh tentang murid. Program ini berisikan kegiayatan pengumpulan, pengolahan, dan pencatatan data dan tentang murid sehingga akan diperoleh pemahaman yang tepat, benar, dan menyeluruh berkenaan dengan pribadi murid tersebut. Data dan keterangan yang perlu dikumpulkan itu antara lain menyangkut kebutuhan-kebutuhannya, sifat-sifat dan ciri-ciri pokok kepribadiannya, kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahannya, kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, hubungan sosial, keadaan keluarga dan lingkungannya.
3.    Program Pemberian Bantuan
Program pemberian bantuan berisikan berbagai bentuk kegiyatan pelayanan dalam rangka membantu murid, baik dalam mengatasi kesulitan yang dihadapinya maupun dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Usaha pemberian bantuan tersebut dapat berupa:
a.    Pemberian informasi, yaitu bantuan yang diberikan kepada murid dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkannya, baik yang menyangkut sistem pendidikan yang sedang dihadapinya maupun pendidikan lanjut atau karir yang akan diikuti nanti.
b.    Bimbingan khusus belajar yaitu bantuan yang diberikan kepada murid untuk mengetahui cara-cara belajar yang efektif dan efisien, seperti cara membaca, membuat tugass, mencatat pelajaran, dan menghadapi ujian.
c.    Diagnosis kesulitan belajar dan pengajaran perbaikan, yaitu bantuan yang diberikan kepada murid-murid untuk dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya dalam belajar.
d.    Pelayanan bimbingan kelompok, yaitu usaha membantu murid dalam mengembangkan keterampilan sosial dan mengatasi masalah-masalah yang dihadpinya dengan menggunakan situasi kelompok.
e.    Pelayanan Konseling, yaitu usaha membantu murid untuk dapat mengatasi kesulitan-kesulitn yang dihadapinya. Bantuan ini diberikan dalam suasana hubungan tatap muka antara seorang guru dengan seorang murid.
4.    Program Penilaian dan Tindak Lanjut
Program penilaian dan tindak lanjut merupakan usaha untuk mengetahui sejauh mana layanan bimbingan dan konseling yang diberikan telah mencapai hasil yang diberikan. Keberhasilan layanan bimbingan dan konseling terwujud dalam bentuk adanya perubahan pada diri murid ke arah yang lebih baik. Bila layanan-layanan yang telah diberikan itu tidak atau kurang menampakkan hasil yang diharapkan, maka perlu usaha-usaha tindak lanjut. Tindak lanjut itu dilakukan antara lain:
a.    Melakukan pengkajian ulang terhadap pelayanan yang telah diberikan.
b.    Memperbaiki dan menyempurnakan lagi usaha pelayanan yang telah diberikan sebelumnya.
c.    Mengalihkan murid yang bersangkutan kepada ahli dan atau lembaga yang lebih relevan.

C.    Penyelenggaraan Bimbingan Belajar Di SD
Layanan bimbingan belajar di SD adalah suatu proses bantuan yang diberikan kepada individu (murid) untuk daapt mengatasi masalah-masalah yang dihasapinya dalam belajar, agar setelah melaksanakan kegiatan belajar mengajar mereka dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang dimiliki masing-masing.
Pelaksanaan layanan bimbingan belajar dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.    Menentukan murid yang mengalami masalah belajar
2.    Mengungkapkan sebab-sebab terjadinya masalah belajar
3.    Membantu murid mengatasi masalah yang dialaminya dalam belajar
4.    Melaksanakan penilaian untuk menentukan sejauh mana layanan bantuan yang telah diberikan mencapai hasil yang diharapkan
5.    Melaksanakan usaha-usaha tindak lanjut dari layanan-layanan sebelumnya

D.    Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik
Standar kompetensi kemandirian peserta didik
1.    Aspek perkembangan: landasan hidup religius
a.    Mengenal  bentuk-bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari
b.    Tertarik pada kegaitan ibadah seharii-hari
c.    Melakukan bentuk-bentuk ibadah sehari-hari
2.    Aspek perkembangan : landasan perilaku etis
a.    Mengenal patokan baik dan buruk atau benar salah dalam berperilaku
b.    Menghargai aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari
c.    Mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam lingkungannya.
3.    Aspek perkembangan : Kematangan emosi
a.    Mengenal perasaan diri sendiri dan orang lain
b.    Memahami perasaan-perasaan diri dan orang lain
c.    Mengekspresikan perasaan secara wajar
4.    Aspek perkembangan : Kematangan intelektual
a.    Mengenal konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan dan perilaku belajar
b.    Menyenangi berbagai aktivitas perilaku belajar
c.    Melibatkan diri dalam berbagai aktifitas perilaku belajar
5.    Aspek perkembangan : tanggung jawab social
a.    Mengenal hak dan kewajiban diri sendiri dan lingkungan kehidupan sehari-hari
b.    Mmahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam lingkungan kehidupan  sehari-hari
c.    Berinteraksi dengan orang lain dalam suasana persahabatan.
6.    Aspek perkembangan: kesadaran gender
a.    Mengenal diri sebagai laki-laki atau perempuan
b.    Menerima atau menghargai diri sebagai laki-laki atau perempuan
c.    Berperilaku sesuai dengan peran sebagai laki-laki atau perempuan
7.    Aspek perkembangan : Pengembangan pribadi
a.    Mengenal keberadaan diri dalam lingkungan dekatnya
b.    Menerima keadaan diri sebagai bagian dari lingkungannya
c.    Menampilkan perilaku sesuai dengan keberadaan diri dalam lingkungannya
8.    Aspek perkembangan : perilaku kewirausahaan (keamndirian perilaku ekonomis)
a.    Mengenal perilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dekatnya.
b.    Memahami perilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetitf dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dekatnya
c.    Menampilkan perilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetitf dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya.
9.    Aspek perkembangan : wawasan dan kesiapan karir
a.    Mengenal ragam pekerjaan dan aktivitas orang dalam lingkungan kehidupan
b.    Menghargai ragam pekerjaan dan aktivitas orang dalam lingkungan kehidupan
c.    Mengekspresikan ragam pekerjaan dan aktivitas orang dalam lingkungan kehidupan
10.    Aspek perkembangan : kematangan hubungan dengan teman sebaya
a.    Mengenal norma-norma dalam berinteraksi dengan teman sebaya
b.    Menghargai norma-norma yang menjunjung tinggi dalam menjalin persahabatan dengan teman sebaya
c.    Menjalin persahabatan dengan teman sebaya atas dasar norma yang dijunjung tinggi bersama.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pada dasarnya penyelenggaraan bimbingan belajar di SD tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan di SMP atau SMA hanya saja pada kemandirian kompetensi peserta didik yang berbeda dan penggunaan konselor kunjung sebagai pelaksana utama penyelenggaraan bimbingan belajar di SD.


DAFTAR PUSTAKA

Amti, Erman dan Marjohan. 1992. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Dikti.
Kartadinata, Sunaryo dan Muh Farozin, dkk. 2007. Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Depdiknas.
Winkel, W.S dan M.M Sri Hastuti. 2007. Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

NASKAH POWERPOINT

A.    Judul/spesifikasi layanan    : Cemas bukan alasan
B.    Bidang bimbingan    : karier
C.    Jenis layanan        : Informasi
D.    Tujuan layanan        :
a.    siswa mengerti apa yang dimaksud dengan kecemasan ( nilai rasa ingin tahu )
b.    siswa mampu memahami penyebab dan jenis kecemasan ( nilai rasa ingin tahu)
c.    siswa mampu mengatasi kecemasan yang ada pada dirinya (nilai disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, tanggung-jawab )
E.    Sasaran            : Siswa SMA Negeri 1 Subah kelas XI dan XII
F.    Materi layanan        :
a.    Pengertian kecemasan
b.    Penyebab kecemasan
c.    Gejala dan ciri kecemasan
d.    Tingkatan-tingkatan kecemasan
e.    Jenis-jenis kecemasan
f.    Cara mengatasi kecemasan
G.    Tempat penyelenggaraan    : Ruang kelas
H.    Alokasi waktu        : 1x45 menit
I.    Penilaian hasil layanan    :
a.    Proses    : mengamati siswa selama mengikuti layanan, mengungkapkan pemahaman siswa atas materi layanan yang telah diberikan
b.    Hasil     : penilaian segera (laiseg), dengan memberikan angket kepada siswa setelah pelayanan
J.    Sumber layanan        :
a.    Nevid, Jeffrey S., Spencer A. Raths, dan Beverly Greene. 2009. Psikologi Abnormal jilid I. Jakarta: Erlangga
b.    Http://Www.Oocities.Org/Gkiamb/Kecemasan.Htm
K.    Desain power point


No. slide    Audio/video    Narasi    Gambar
1.    Video kecemasan menjelang ujian    Berisi judul power point, hyperlink video kecemasan menjelang ujian, dan identitas.    Anak-anak SMA yang sedang menangis saat pengumuman ujian nasional
2.    ---    Berisi materi tentang pengertian kecemasan    Background anak yang sedang cemas dengan menggenggam kepala
3.    ---    Berisi materi tentang hal-hal yang memicu kecemasan    Background dan gambar kartun orang sedang cemas yang menyentuh kepalanya dengan dua tangannya
4.    ---    Berisi materi lanjutan tentang hal-hal yang memicu kecemasan    Background dan gambar kartun orang sedang cemas yang menyentuh kepalanya dengan dua tangannya
5.    Video “can anxiety causes depression”    Berisi materi tentang hal apa saja yang menjadi gejala penderita kecemasan    Background dan gambar wanita yang menyentuh pangkal hidung karena sedang cemas
6.    ---    Berisi materi lanjutan tentang hal apa saja yang menjadi gejala penderita kecemasan    Background dan gambar wanita yang menyentuh pangkal hidung karena sedang cemas
7.    ---    Berisi materi tentang ciri-ciri orang penderita gangguan kecemasan    Backgroun laki-laki sedang menyentuh kepala dengan tangan karena sedang cemas
8.    ---    Berisi materi lanjutan tentang ciri-ciri orang penderita gangguan kecemasan    Background orang sedang duduk di pojok ruangan karena merasa cemas
9.    ---    Berisi materi tentang tingkatan-tingkata gangguan kecemasan    Background dan gambar laki-laki sedang menunduk
10.    ---    Berisi materi lanjutan tentang tingkatan-tingkata gangguan kecemasan    Background dan gambar laki-laki sedang berteriak
11.    ---    Berisi materi tentang jenis-jenis ganggan kecemasan    Background laki-laki meletakkan tangan di muka
12.    ---    Berisi materi tentang bagaimana cara mengatasi kecemasan    Background dan gambar wanita yang sedang merasa cemas
13.    ---    Berisi materi lanjutan tentang bagaimana cara mengatasi kecemasan    Background laki-laki sedang mengemut tangan karena cemas
14.    ---    Berisi materi lanjutan tentang bagaimana cara mengatasi kecemasan    Background dan gambar wanita sedang menyentuh bibir karena cemas
15.    ---    Berisi refleksi untuk siswa    Background gambar cahaya warna-warni
16.    ---    Berisi slogan-slogan penyemangat untuk siswa dan ucapan terimakasih    Background gambar cahaya warna-warni
17.    ---    Berisi deskripsi pengertian generalized anxiety disorder    Background laki-laki yang duduk karena sedang merasa cemas
18.    Video social anxiety disorder    Berisi materi deskripsi pengertian social anxiety disorder    Background dan gambar simbol anti-sosial
19.    ---    Berisi deskripsi pengertian post traumatic stress disorder    Background dan gambar wanita yang sedang stress
20.    ---    Berisi deskripsi pengertian panic disorder    Background dan gambar laki-laki yang sedang mengemut jari karena panic
21.    ---    Berisi deskripsi pengertian obsessive compulsive disorder    Background dan gambar laki-laki penderita OCD
22.    Video agoraphobia    Berisi deskripsi pengertian phobia    Background lukisan yang menggambarkan phobia seseorang

TEXT TALK

Sofie:
Selamat siang, Bu Aisyah. Perkenalkan diri dulu, namaku Sofie. Begitu melihat site ibu dan ibu menyediakan layanan konseling, aku tertarik untuk bercerita tentang masalah yang sedang kuhadapi. Begini bu, aku berasal dari keluarga kurang harmonis. Dari latar itu aku jadi selalu minder tiap kali bergaul dengan teman-teman lain. Apalagi kalau ada cowok yang naksir aku. Meskipun dia baik banget, tapi aku selalu takut kalau dia bakal mengolok-olok tentang keluargaku yang nyaris bobrok itu. Dampaknya, sampai sekarang aku selalu menganggap bahwa semua orang pasti ngetawain aku. Bantu aku ya, bu.

Konselor:
Selamat siang sofie, salam sejahtera untuk kita semua. Saya ucapkan terima kasih kepada saudara sofie yang telah bersedia membicarakan dan mendiskusikan masalahnya kepada saya.  Perkenalkan terlebih dahulu, nama saya Aan Aisyah selaku konselor yang bekerja disebuah tempat praktek di kota semarang.
Berdasarkan cerita sofie tadi bahwa hidup ditengah-tengah keluarga yang kurang harmonis dan karena kondisi tersebut akibatnya membawa pengaruh minder akan pandangan orang lain terhadap kodisi keluarga sofie. Saya bisa memahami apa yang sedang anda akan keadaan yang sedang anda alami. Disini saya dengan senang hati akan mencoba membantu dan mendiskusikan masalah ini bersama-sama dengan sofie tentunya. Sebelum kita akan membahas dan mendiskusikan permasalahan yang sedang sofie hadapi, saya ingin bertanya apakah diskusi kita akan kita lakukan menggunakan e-mail seperti saat ini ataukah sofie menginginkan kita berdiskusi menggunakan media lain. Apabila sofie menginginkan untuk tetap melanjutkan berdiskusi dengan menggunakan e-mail, kira-kira sofie akan membutuhkan berapa kali berkirim e-mail? Apakah mungkin tiga, empat, atau lima kali, atau barang kali sofie menginginkan lebih. Demi kelancaran diskusi kita, maka akan lebih baik bila telah tercapai kesepakatan terlebih dahulu.
Tadi anda telah mengungkapkan bahwa anda saat ini sedang berada pada kondisi keluarga yang kuang harmonis, dan kondisi tersebut mengakibatkan anda selalu minder dengan teman-teman anda. Berdasarkan cerita tersebut, bisakan anda mengungkapkan lebih jauh lagi tentang yang anda maksud dengan keluarga yang kurang harmonis dan hampir bobrok? Sebenarnya bagaimana situasi di rumah anda saat ini sehingga anda menyatakan bahwa sedang dalam keadaan kurang harmonis? Lalu bisakah pula anda menceritakan  rasa minder yang bagaimana yang sedang anda rasakan?
Saya akan dengan senang hati dan sangat bergembira menunggu balasan e-mail anda agar kita bisa mendiskusikan masalah anda dengan lancar.
Jangan menyerah dan tetap semangat menghadapi hari yang akan datang, salam sejahtera untuk kita semua.

Sofie:
Terima kasih, bu, karena sudah bersedia membantuku dengan masalah yang sedang kualami. Kalau menurutku memang lebih enak kalu kita berdiskusinya menggunakan e-mail saja bu, lebih praktis dan aku juga selalu rajin buka e-mail kok setiap hari. Sebisa mungkin sih aku ingin mendiskusikan masalah ini dengan ibu lima kali balasan mungkin.
Ia seperti yang telah kusebutkan diawal bu, keluargaku tuh udah lama enggak harmonis. Ya, nggak kayak keluarga-keluarga teman-teman aku yang lain, bu. Kalu keluarga yang lain tu kalau yang aku dengar dari teman-teman, mereka tu ya perhatian sama anaknya, sering makan malem bersama, terus sering ngumpul bareng gitu, bu. Tapi kalau di keluarga aku tuh enggak kayak gitu. Di rumah papa mama selalu bertengkar, kayaknya tuh nggak ada hari tanpa bersilat lidah, tiap pagi sebelum aku berangkat sekolah pasti ada saja pertengkaran mulut yang terjadi. Terus kalau pas malem juga gitu, pas mau makan malem juga selalu saja bertengkar terus, sampai-sampai aku muak mendengarkan ocehan mereka setiap hari. Di keluargaku tuh dari dulu nggak ada yang namanya makan bareng, atau nonton tivi bareng kayak ynag teman-temanku lakukan sama keluarganya. Aku sib sudah sering gitu ya bu melerai mereka, bilang kalau bertengkar terus tidak ada gunanya, eh tapi aku malah dimarah-marahin bu. Waktu itu pernah sampai mamaku bilang mau cerai aja sama papaku. Sekarang aku sih nggak begitu peduli sama mereka mau bertengkar terus atau apa juga aku sudah nggak peduli bu, tapi,, tapi sekarang yang aku takutkan kalu ada temen-temenku yang mengetahui keadaan keluargaku yang kayak gitu. Aku jadi sering menghindari teman-temanku kalau lagi ngobrolin tentang masalah adek atau kakak, karena ujung-ujungnya pasti bahas masalah keluarga, aku kan takut nantukalau mereka ngetawain aku, aku takut dibilang anak yang brokenhome, aku takut sekali kalau sampai-sampai temen-temen pada ngolok-ngolok aku dibelakang aku, apalagi sampai ngomong langsung di depanku, ngehina-hina. Kemarin-kemarin aku juga sempat berfikir semua orang, mereka tu sudah pasti ngetawain aku. Apalagi waktu pas kira-kira dua minggu yang lalu, ada cowok yang pedekate sama aku, bu, dia baik banget sih sama aku, tapi aku selalu takut kalau-kalu nantinya dia juga akan ngetawain aku. Gimana nih, bu.

Konselor:
Senang sekali saya sudah menerima balasan e-mail dari sofie. Berdasarkan cerita sofie, saya menangkap bahwa sekarang sofie mempunyai kendala tentang keadaan rumah yang kurang harmonis, lalu tentang sofie yang merasa minder dengan teman-teman karena takut bila nanti ditertawakan oleh mereka tentang keadaan keluarga sofie. Dari kedua fokus masalah tersebut manakah yang akan kita bahas telebih dahulu? Agar diksusi kita sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Saya senantiasa menunggu balasan dari sofie. Tetap smangat sofie, yakinlah bahwa masalah yang sedang sofie alami adalah ujian dari tuhan untuk sofie supaya belajar lebih menjadi dewasa. Salam sejahtera untuk kita semua.

Sofie:
Mungkin diantara dua masalah itu, kita bicarakan yang minder dulu aja, bu, soalnya masalah itu palingg menggangguku, apalagi kan aku sekolahnya sampai jam lima sore jadi hampir seharian aku habiskan waktu di sekolah. semakin hari semakin takut aku kalau diketawain sama orang-orang.

Konselor:
Dearest sofie, setiap orang terlahir dengan kondisinya masing-masing. Ada orang  yang terlahir dalam keluarga yang  broken home atau kurang harmonis seperti keluarga sofie, bahkan ada orang  yang sama sekali tidak mempunyai keluarga satu pun alias yatim piatu. Ada orang yang terlahir dengan kondisi fisik lengkap dan ada pula orang yang dilahirkan dengan kondisi fisik yang tidak lengkap. Keindahan hidup adalah ketika kita mampu melihat hal-hal terbaik yang ada dalam diri kita dan kitta tentu saja mampu untuk mensyukurinya. Bukan melihat yang kurang-kurangnya atau yang negative-negative saja dari kehidupan yang kita alami. Bagaimana nanti orang lain akan menilai keluarga sofie adalah tergantung dari bagaimana cara sofie sendiri dalam  menilai keluarga sofie sendiri. Cobalah sofie untuk lebih bijak dalam melihat keadaan yang sebenarnya sedang terjadi di sekitar sofie. Apakah benar ada yang mengolok-olok dan menertawakan sofie karena keadaan keluarga sofie yang tidak harmonis? Atau hanya hal-hal tersebut, yaitu yang tentang sofie takut ditertawakan dan diolok-olok oleh orang-orang adalah hanya sebatas pikiran sofie sendiri? Apabila benar yang sedang terjadi adalah ketakutan sofie akan tertawaan orang lain hanya sebatas pikiran-pikiran pribadi sofie sendiri dan bukan kenyataan bahwa orang-orang telah menertawakan sofie, hentikan pikiran-pikiran  negtif seperti itu. Dirimu pasti punya banyak kelebihan-kelebihan lain yang jauh lebih indah ,sampai ada cowok yang naksir kepadamu, dibandingkan harus setiap hari memikirkan kekurangan-kekurangan saja. Mulailah dari mencari point positif yang ada dalam dirimu,  setelah sofie mengetahui point-point positif tersebut yang merupakan kelebihan yang sofie miliki, lalu perkuat kelebihan-kelebihan sofie. Hidup akan terasa lebih indah bila kita memandang hidup adalah sesuatu yang indah. Begitu pula dengan hidup sofie, hidup sofie akan terasa jauh lebih indah tergantung dari bagaimana cara sofie memandangnya sendiri.

Sofie:
Sebenarnya memang benar, bu, orang-orang dan teman-teman belum pernah ada yang secara langsung maupun aku juga belum pernah dengar gosip tentang mereka yang mengolok-olok dan menertawakan aku. Tapi entah kenapa aku selalu saja merasa takut bila hal tersebut nantinya akan terjadi suatu saat. Aku takut sekali sampai-sampai ingin sembunyi saja dibawah kasur, bu.
Mungkin memang benar selama ini aku hanya melihat sisi buruk dari kehidupan yang telah ku jalani selama ini, belum pernah aku berfikir tentang sisi baik dalam kehidupanku. Seperti yang ibu bilang sebelumnya, sampai-sampai ada cowok yang naksir dan pedekate sama aku pasti mereka bukan hanya tanpa alasan naksir aku, pasti ada sisi baik dari diri aku yang mereka lihat.

Konselor:
Yang membuat kita menjadi lebih dewasa adalah bagaimana kita menyikapi dan menyelesaikan masalah yang kita alami sehingga kita akan belajar sesuatu yang berharga dari apa yang telah kita alami. Saya juga turut gembira apabila sofie sudah berani membuka pikiran baru dan mencoba melihat kehidupan dari sisi yang berbeda bukan hanya yang negatif-negatif saja.
Setelah kita berdiskusi panjang lebar dai yang mulai dari sofie bercerita tentang punya masalah dengan keluarga yang tidak harmonis dan berdampak pada rasa minder sofie pada teman-teman sofie di sekolah. berdasarkan kedua masalah tersebut, sofie juga telah memutuskan bahwa yang akan kita bahas dan diskusikan adalah masalah yang ke dua yaitu tentang keminderan sofie kepada teman-teman. Sofie juga rupa-rupanya telah memutuskan untuk mencoba mengubah cara pandang yang terdahulu yaitu cara pandang yang negatif yang takut ditertawakan oleh orang-orang menjadi cara panjang yang positif dengan cara mencari kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri sofie sendiri.
Sesuai kesepakatan kita diawal bahwa konseling kita akan diadakan selama lima kali balasan, setelah ini bagaimana sofie? Apakah kita akan menyudahi konseling kita sesuai kesepakatan, ataukah sofie menginginkan konseling tambahan atau bila perlu kita bisa bertatap muka langsung?
Bagaimana rencana-rencana sofie selanjutnya untuk lebih menikmati dan mensyukuri hidup?
Tetap semangat sofie. Salam sejahtera untuk kita semua.

Sofie:
Terimakasih, bu, berkat ibu, sekarang aku mau belajar menghargai dan mensyukuri kehidupanku sendiri bukan hanya terus takut tentang apa yang sebenarnya hanya ada di pikiranku saja. Aku akan mencoba belajar menikmati sedikit demi sedikit tentang kehidupan saya, meskipun keluargaku kurang harmonis bukan berarti hubunganku dengan teman-teman dan juga dengan cowok yang naksir aku itu kurang harmonis.
Aku berencana untuk pertama-tama mencoba menghargai keluargaku meskipun keluargaku sudah bobrok seperti itu, tapi namanya keluarga sendiri mau gimana lagi. Aku akan tetap mensyukurinya. Masih punya mama dan papa. Lalu aku juga akan mencoba nggak menghindar lagi sama temen-temen aku, meskipun mereka sedang membahas keluarga masing-masing. Dan aku juga nggak akan menghindar dari cowok yang naksir aku itu, aku akan mencoba lebih baik merespon niat baik dia ke aku. Seperti yang pepatah katakan kalau tidak dicoba kita belum tahu hasilnya akan seperti apa.
Seperti yang sudah menjadi kesepakatan kita, bu, konseling kita cukup sampai disini saja. Aku pikir, aku sudah punya cukup masukan dari ibu yang tentu saja itu sangat membantuku membuka mata untuk hal-hal yang sebenarnya sudah ada didepan mata.
Terimakasih untuk saran dan bantuannya bu, salam sejahtera.



Konselor:
Saya turut senang karena sofie sudah berani membuka pintu baru dan melangkah maju sedikit demi sedikit. Bagus sekali apa yang sudah sofie rencanakan. Saya sangat mendukung rencana-rencana positif sofie.
Terima kasih pula karena sofie sudah mau berbagi cerita kepada saya. Bila sofie punya unek-unek atau masalah di kemudian hari, saya selalu dengan senang hati menerima e-mail dari sofie dan mari kita berdiskusi bersama membicarakan unek-unek atau masalah sofie tersebut.
Semangat dan sukses selalu. Salam sejahtera untuk kita semua. Semangat!!

RANCANGAN POWER POINT

Rancangan Sebelum Membuat Power Point
1.    Topic            :   Merencanakan Karir Dimasa Depan
2.    Sasaran dan Tujuan    :
•    Sasaran        :   Siswa SMA Kelas X, XI, dan XII
•    Tujuan        :   Siswa mampu membuat perencanaan akan
karirnya di masa depan.
3.    Materi yang Diberikan    :   Hakikat karir dan kesuksesan/harapan yang akan
dicapai dimasa depan, pentingya perencanaan karir dimasa depan.
4.    Fokus Materi        :   Langkah-langkah merencanakan Karir.
5.    Waktu            :   90 Menit.
6.    Evaluasi            :   Evaluasi/Penilaian Segera, dengan meminta
tanggapan dan kesan yang didapat setelah mendapat materi Merencanakan Karir Dimasa Depan.

Senin, 09 Januari 2012

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN PERMASALAHAN SISWA KELAS VII
MTS AL ISLAM GUNUNG PATI SEMARANG
BIDANG BELAJAR

NO.    KEBUTUHAN/PERMASALAHAN    JENIS
LAYANAN    KEGIATAN PENDUKUNG
1.    Upaya mengatasi rasa malas belajar    INFO    HD
2.    Tiga gaya belajar    PKO    HD
TK
3.    Beberapa cara untuk menumbuhkan semangat belajar    INFO    HD
4.    Memahami teknik-teknik belajar dengan menggunakan berbagai sumber belajar    BKP    HD
TK
5.    Disiplin belajar serta berlatih secara efektif, efisien dan produktif    BKP    HD
TK
6.    Menyusun jadwal belajar secara mandiri    PKO    HD
7.    Upaya mengatasi rasa mengantuk saat jam pelajaran    INFO    HD
8.    Mengenal faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar    INFO
PKO    HD
9.    Belajar dengan cara yang menye-nangkan    PKO    HD
10.    Mengembangkan Kebiasaan Belajar Efektif    BKP    HD
11.    Evaluasi prestasi akademik    BKP    HD
12.    Kegiatan belajar kelompok    PP
BKP    HD
13.    Partisipasi diri dalam kegiatan belajar (kelompok, kelas, dan sekolah)    PKO    HD
14.    Merencanakan target hasil belajar secara periodik    PKO    HD
15.    Pengelolaan emosi untuk meningkatkan prestasi belajar    INFO    HD




KETERANGAN:
1.    Jenis Layanan:
ORIN    : Layanan Orientasi
INFO    : Layanan Informasi
PKO    : Layanan Penguasaan Konten
BKP    : Layanan Bimbingan Kelompok
KKP    : Layanan Konseling Kelompok
KPR    : Layanan Konseling Perorangan
PP        : Layanan Penempatan dan Penyaluran
KS    : Layanan Konsultasi
MS    : Layanana Mediasi

2.    Kegiatan Pendukung:
AI        : Aplikasi Instrumen
HD    : Himpunan Data
KK    : Konferensi Kasus
KR    : Kunjungan Rumah
AK    : Alih Tangan Kasus
TK    : Tampilan Kepustakaan

Littlre snake pin