Kamis, 17 Januari 2013

SATLAN-TA--IDENTIFIKASI CITA-CITA




1.       Judul/spesifikasi layanan            : Mengidentifikasi cita-cita
2.       Bidang bimbingan           : Karier
3.       Jenis layanan                   : Penguasaan konten
4.       Fungsi layanan                : Pemahaman dan pengembangan
5.       Tujuan layanan                :
a.      siswa mampu mendeskripsikan apa yang dimaksudkan dengan cita-cita menurutnya ( nilai kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu )
b.     siswa mampu mengidentifikasikan cita-citanya sendiri (nilai kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, tanggung-jawab)
6.       Materi layanan                : Identifikasi cita-cita secara mandiri
7.       Tempat penyelenggaraan            : Ruang kelas
8.       Alokasi waktu                 : 1x35 menit
9.       Metode layanan               : Tanya jawab, diskusi
10.    Kegiatan layanan             :
waktu
Kegiatan
5 menit
Pendahuluan
a.   Mengucapkan salam, memeriksa situasi dan kondisi didalam kelas serta memeriksa kehadiran siswa
b.  Penyampaian materi
c.   Tanya jawab
d.  Menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini
25 menit
Inti
a.   Eksplorasi:
· Menyampaikan sekilas materi tentang pengertian cita-cita
· Memberi kesempatan kepada siswa untuk tanya jawab
b.  Elaborasi:
· Memginstruksikan kepada siswa untuk membuat kolom tentang cita-cita (yang meliputi: cita-cita yang diingin, alasan memilih cita-cita tersebut, dan usaha yang akan dilakukan guna mencapai cita-cita tersebut)
· Siswa menuliskan tentang cita-citanya, alasan memilih cita-cita tersebut, dan usaha yang dilakukan agar cita-citanya tercapai
c.   Konfirmasi:
· Memberikan pedoman diskusi kepada siswa
· Siswa membacakan hasil identifikasi cita-citanya (perwakilan siswa)
· Mengadakan sesi tanya jawab
5 menit
Penutup
a.   Memberikan kesimpulan dari hasil diskusi siswa
b.  Memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah diberikan
c.   Memotivasi siswa
d.  Salam penutup

11.    Media layanan                 :
a.       Power point
a.       Papan tulis
12.    Penilaian hasil layanan   :
a.       Proses    : mengamati siswa selama mengikuti layanan, mengungkapkan pemahaman siswa atas materi layanan yang telah diberikan
b.       hasil       : penilaian segera (laiseg), dengan memberikan angket kepada siswa setelah pelayanan
13.    Rencana tindak lanjut     :
a.       Bimbingan kelompok
b.       Konseling kelompok
 14.    Sumber layanan               :
a.       Dewantari, Laras. 2012. Pengertian cita-cita. On line at http://laras-dewantari .blogspot.com/2012/04/pengertian-cita-cita.html

Semarang,                           2012
Mengetahui,
Kepala sekolah,                                            perencana kegiatan layanan

           

NIP                                                                 NIP

  
IDENTIFIKASI CITA-CITA SECARA MANDIRI

A.      Pengertian Cita-cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup. tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
Cita-cita adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri namun bagi yang menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri.
Cita-cita bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang cita-cita lainnya. Namun seorang muslim tentunya akan menempatkan cita-citanya di tempat yang paling tinggi dan mulia yaitu menggapai keridhaan Allah.
Cita-cita bisa di capai jika ada kemauan keras dari hidup kita, sedari kecil kita sudah di tanya oleh orang tua kita , ingin jadi apa ketika besar nanti, apa cita-cita kamu di masa depan, itulah kata-kata yang keluar dari mulut orang tua ataupun siapa saja yg menanyakannya.
Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain:
1.       Manusia itu sendiri.
2.       Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita tersebut.
3.       Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.

B.      Jenis-jenis Cita-cita
1.     Dokter
Sungguh pekerjaan yang mulia, lebih mulia dari si superhero Spiderman, Superman atau Wonder Woman. Menyelamatkan jiwa orang lain adalah hal yang paling ingin dilakukan semua orang, termasuk anak-anak. Di dalam pikiran mereka masih dipenuhi dengan kedamaian dan rasa cinta, untuk itu tak heran jika cita-cita utama mereka adalah menjadi dokter dan menyelamatkan orang-orang yang jatuh sakit. Meskipun menggapainya tak semudah mengimpikannya, dokter ternyata masih menjadi cita-cita yang paling populer di anak-anak.
2.     Pilot
Rupanya profesi kedua ini juga menjadi salah satu profesi favorit setelah dokter. Tetapi ini juga menjadi salah satu bukti bahwa mereka itu ingin diberi kebebasan agar bisa terbang ke sana kemari dengan bebas dan bahagia. Kebiasaan untuk melihat pesawat lepas landas dan terbang di angkasa ternyata bisa menjadi salah satu acuan keinginan seseorang untuk berkarier sebagai seorang pilot ketika dewasa.
3.     Astronot
Menjadi astronot bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak, terutama mereka tinggal di Indonesia, yang belum pernah mengirimkan roketnya sendiri ke bulan. Tetapi rasa keingintahuan anak-anak pada angkasa begitu besar, kecintaan pada alam sangat luar biasa, tak heran jika mereka ingin menjelajahi planet dan meneliti ada apakah di tempat mereka.
4.     Pengacara
Tugas pengacara adalah membela yang benar di atas lapangan keadilan. Berjuang mengumpulkan bukti dan membela klien tak bersalah, dan membuat keadilan menang di atas tonggak kejahatan. Bagaikan superhero yang mereka kagumi, anak-anak selalu ingin membela yang benar dan memberantas kejahatan.
5.     Presiden
Memang tak semua orang bisa serta merta menjadi presiden, ada beberapa kualifikasi dan prasyarat seseorang bisa duduk di kursi kepresidenan. Namun hal ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki jiwa kepemimpinan yang tak boleh kita abaikan. Yang tentu saja keberanian, kebijaksanaan serta pengetahuannya harus kita pupuk sejak dini.
6.     Atlet
Asyik menendang bola, anak-anak bisa jadi ingin menjadi seperti John Terry, bek tengah klusepakbola Chealsea. Kehebatan tendangan dan kemampuan mencetak gol-gol indahlah yang mereka dambakan.
7.     Guru
Dengan intensitas pertemuan dengan guru setiap hari, tidak heran jika kamu mengidolakan salah seorang sosok guru di sekolah. Dengan bercita-cita mulia sebagai guru. biasanya saat masih kecil kamu banyak menghabiskan waktumu untuk belajar dan senang membantu teman-teman kamu dalam memahami dan mengerjakan tugas rumah yang kurang dimengerti.
8.     Pengusaha
Dari awal, anak yang bercita-cita sebagai pengusaha sudah ditunjukkan dengan bakat senang berbisnis. Pertandanya dapat diidentifikasikan dengan mulai dari coba-coba jualan pensil, buku hingga hobi menjual makanan kecil di waktu istirahat di sekolah.

CITA-CITAKU!!
1.     Kalau sudah besar, saya ingin bercita-cita menjadi: .................
2.     Saya bercita-cita menjadi .......... karena ...................
3.     Yang harus saya lakukan agar cita-cita saya tercapai adalah: ...................


LAISEG

 1.     Topik-topik atau kegiatan apakah yang telah dibahas melalui layanan bimbingan  konseling? Tuliskan dengan singkat:............................................
2.     Kapan, dengan cara apa dan oleh siapa pelayanan diberikan?
a.      Tanggal layanan       : ………………………
b.     Pemberi layanan       : …………………………..
3.     Apa saja yang anda peroleh dari layanan tersebut? Jawablah dengan singkat   pertanyaan-pertanyaan berikut:
a.      Hal-hal baru apa yang anda peroleh dari layanan yang telah diberikan? ...................................................................
b.     Setelah mendapatkan layanan, hal-hal apakah yang akan anda laksanakan ? .......................................................
4.     Apa tanggapan, saran, pesan atau harapan yang ingin anda sampaikan kepada pemberi layanan? ..................................................................................


Tanggal mengisi : ...................................           
Nama pengisi      : ...................................

Littlre snake pin