Jumat, 22 Juni 2012

METODE BIMBINGAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM REHABILITASI SOSIAL



PENDAHULUAN
 a.      Latar Belakang
Pekerja sosial kian marak dibutuhkan masyarakat di sekitar kita. Panti rehabilitasi yang menangani pecandu narkoba, eks-pekerja tuna susila, penyandang cacat dan anak-anak terlantar makin banyak didirikan masyarakat. Tenaga yang mengisi pos-pos tersebut pun sangat terbatas jumlah dan kemampuannya. Dalam kebutuhan yang serba mendesak itu, Bimbingan dan Konseling berusaha menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan mata kuliah Rehabilitasi dan Pekerjaan Sosial yang membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang seluk beluk rehabilitasi dan pekerjaan sosial.
Rehabilitasi sosial memiliki beberapa metode yang dikembangkan berdasarkan ukuran sasarannya. Sasaran tersebut meliputi individu (perseorangan), kelompok, dan masyarakat. Mengenai masyarakat, mereka disiapkan untuk menerima individu yang kembali ke masyarakat sehingga individu tersebut mendapatkan tempat yang layak untuk beraktivitas dengan baik.
b.     Tujuan
a.      Untuk mengetahui pengertian dari metode bimbingan sosial masyarakat dalam rehabilitasi sosial.
b.     Untuk mengetahui pendekatan yang digunakan dalam metode bimbingan sosial masyarakat.
c.      Untuk mengetahui prinsip-prinsip yang melandasi metode bimbingan sosial masyarakat.
d.     Untuk mengetahui personel dan komponen dalam bimbingan sosial masyarakat.
e.      Untuk mengetahui elemen-elemen penting dalam rehabilitasi sosial berbasis masyarakat.
f.      Untuk mengetahui metode yang dapat digunakan dalam bimbingan sosial berbasis masyarakat.
g.     Untuk mengetahui standar evaluasi yang digunakan untuk menilai keberhasilan bimbingan sosial masyarakat.
 c.      Rumusan Masalah
a.      Apakah pengertian dari metode bimbingan sosial masyarakat dalam rehabilitasi sosial?
b.     Apa saja pendekatan yang digunakan dalam metode bimbingan sosial masyarakat?
c.      Apakah prinsip-prinsip yang melandasi metode bimbingan sosial masyarakat?
d.     Bagaimana peran personel dan komponen bimbingan sosial masyarakat?
e.      Adakah elemen-elemen penting dalam rehabilitasi sosial berbasis masyarakat?
f.      Apa sajakah metode yang dapat digunakan dalam bimbingan sosial berbasis masyarakat?
g.     Apa sajakah standar evaluasi yang digunakan untuk menilai keberhasilan bimbingan sosial masyarakat?
 d.     Manfaat
a.      Mahasiswa mengetahui pengertian dari metode bimbingan sosial masyarakat dalam rehabilitasi sosial.
b.     Mahasiswa mengetahui pendekatan yang digunakan dalam metode bimbingan sosial masyarakat.
c.      Mahasiswa mengetahui prinsip-prinsip yang melandasi metode bimbingan sosial masyarakat.
d.     Mahasiswa mengetahui personel dan komponen dalam bimbingan sosial masyarakat.
e.      Mahasiswa mengetahui elemen-elemen penting dalam rehabilitasi sosial berbasis masyarakat.
f.      Mahasiswa mengetahui metode yang dapat digunakan dalam bimbingan sosial berbasis masyarakat.
g.     Mahasiswa mengetahui standar evaluasi yang digunakan untuk menilai keberhasilan bimbingan sosial masyarakat.
 
METODE BIMBINGAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM REHABILITASI SOSIAL

A.    Konsep
Dalam UU No 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial rehabilitasi sosial adalah proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat.
Metode Pekerjaan Sosial adalah suatu prosedur kerja yang teratur dan dilaksanakan secara sistematis digunakan oleh pekerja sosial dalam memberikan pelayanan sosial. Di dalam pekerjaan sosial ada beberapa metode yang digunakan untuk membantu klien dalam mengatasi permasalahannya.
Bimbingan sosial dengan masyarakat sebagai salah satu metode pekerjaan sosial yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada di dalam masyarakat serta menekankan dengan adanya prinsip peran serta atau partisipasi masyarakat.
Menurut Twelvetrees metode bimbingan social masyarakat : “  The process of assisting ordinary people to improve their own communities by undertaking collective actions.”     (Metoda yang memungkinkan orang dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu memperbesar pengaruhnya terhadap proses-proses yang mempengaruhi kehidupannya.)
Secara garis besar, pekerjaan sosial melibatkan intervensi atau penanganan masalah pada dua aras atau tingkatan, yakni tingkat mikro (individu, keluarga, kelompok) dan makro (organisasi dan masyarakat). Keterkaitan antara kedua tingkatan tersebut merupakan jantungnya praktek pekerjaan sosial. Karenanya, selain dituntut untuk memiliki pemahaman mengenai pemahaman masalah yang dialami individu, keluarga dan kelompok, pekerja sosial juga perlu memiliki pemahaman mengenai metode atau strategi dalam melakukan perubahan organisasi, masyarakat dan kebijakan.
Pengembangan masyarakat (community development/social work macro practice) merupakan salah satu metode atau pendekatan inti yang menunjukkan keunikan pekerja sosial dan membedakan profesi ini dengan profesi kemanusiaan lainnya. Banyak disiplin mengklaim memiliki keahlian dalam bekerja dengan individu, keluarga dan kelompok. Namun hanya sedikit profesi yang menfokuskan pada keberfungsian klien dalam konteks organisasi, masyarakat, dan kebijakan salah satunya adalah pekerjaan sosial (Netting, Kettner dan McMurtry, 2004).
Social Work Macro Practice (Praktek Makro) adalah intervensi profesional langsung yang dirancang untuk mengahsilkan perubahan berencana dalam organisasi-organisasi dan masyarakat-masyarakat. Praktek Makro seperti semua praktek pekerjaan sosial dibangun atas pondasi teoritik berjalan dalam kerangka kerja sebuah model praktek dan beroperasi dalam batas-batas nilai-nilai dan etika profesional. Kegiatan-kegiatan level makro melibatkan praktisi dalam arena-arena organisasional masyarakat dan kebijakan.

B.    Pendekatan dalam bimbingan social Masyarakat
Pendekatan pendekatan dalam bimbingan social masyarakat mengarah pada 2 kontinum yaitu :
1.     Radical community work – professional
Aktivitas community work terutama  diarahkan pada aktivitas-aktivitas yang sungguh-sungguh berupaya untuk mengubah suatu keadaan dengan cara-cara yang radikal (sampai ke akar-akar). Sedangkan profesional community work adalah aktivitas community work secara bertahap dan sistematis yang diarahkan untuk mengubah suatu keadaan dengan menggunakan keterampilan khusus dan dengan upaya membantu kelompok-kelompok masyarakat dengan pendekatan self help serta membantu pemerintah lokal atau lembaga-lembaga pemberi pelayanan agar lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.profesional community work terutama lebih mengarah pada pelaksanaan dan pengembangan keterampilan serta teori-teori praktek dengan memberikan penekanan pada cara-cara berpikir , pragmatis tentang dunia nyata. Secara sangat disederhanakan, profesional community work ini mempunyai hubungan yang sangat dengan kehidupan profesi.
2.     Community development- social planning
Model intervensi yang digunakan community worker dengan cara bekerjasama dengan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat agar mereka dapat memenuhi kebutuhan dalam memecahkan masalahnya sendiri ( self help group) dengan menggali dan memanfaatkan sumber-sumber yang ada di masyarakat. Sedangkan social planning adalah model intervensi yang digunakan community worker dengan cara bekerjasama dengan pembuat kebijakan atau pihak pemberi pelayanan untuk mengembangkan kebijakan-kebijakan baru yang lebih memadai.
3.     Self help strategy-influence strategy
Pendekatan yang digunakan community worker dalam upaya memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah masyarakat dengan menggunakan sumber-sumber yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Sedangkan yang influence strategy ( pemberian pengaruh); pendekatan yang digunakan community worker dalam upaya memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah masyarakat dengan memberikan pengaruh atau merubah kebijakan –kebijakan dari organisasi-organisasi pelayanan yang ada di luar masyarakat itu sendiri.
4.     Generic community work- specialist
Communty worker menangani permasalahan khusus/ specifik yang ada di masyarakat. Pekerja ini biasanya terikat oleh suatu lembaga pelayanan, sehingga bekerja terfokus untuk kepentingan lembaga, mengutamakan kebutuhan lembaga, misi lembaga, dan berorientasi pada tugas-tugas lembaga. Sedangkan generic community worker: community worker menangani berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Pekerja ini biasanya tidak terikat oleh suatu lembaga pelayanan, sehingga bebas untuk bekerja dalam membantu masyarakat mengartikulasikan serta mengupayakan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
5.     Pemusatan pada proses-pemusatan pada hasil
Tujuan intervensi lebih berorientasi pada hasil, dimana intervensi lebih diarahkan pada upaya perubahan situasi material, seperti perubahan pelayanan, dll. Sedangkan pendekatan terpusat  pada proses: tujuan intervensi lebih berorientasi pada proses, dimana intervensi lebih diarahkan pada upaya meningkatkan kepercayaan, pengetahuan, keterampilan, maupun sikap masyarakat.
6.     Peranan enabling-peranan organizing
Peranan community worker lebih kepada mengorganize individu-individu sebagai tenaga ahli, konsultan, advokad, dan pendekatannya direktif (mengatur, menggurui,atau memaksa). Biasanya digunakan dalam model pendekatan social planning. Sedangkan peranan enabling: peranan community worker lebih kepada memampukan masyarakat, mempercepat pencapaian suatu hasil ( catalyst) , fasilitator dan pendekatannya non direktif ( tidak mengatur, tidak menggurui, atau tidak memaksa). Biasanya digunakan dalam model pendekatan community development.
7.     Sebagai pendekatan-sebagai sikap
Upaya menolong masyarakat dengan cara membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan community work sebagai pendekatan adalah upaya menolong masyarakat dengan cara melakukan upaya pemberdayaan masyarakat, memahami kebutuhan-kebutuhan masyarakat serta upaya memperhatikan dan memperhitungkannya pada saat penyusunan kebijakan.
8.     Petugas sukarela-petugas yang dibayar
Petugas yang bekerja dan aktif di masyarakat atau perkumpulan-perkumpulan/ organisasi seperti kader, tokoh masyarakat, dll, bekerja tanpa bayaran, tidak terikat oleh suatu lembaga, biasanya disebut petugas sosial masyarakat. Sedangtkan petugas yang dibayar ( paid worker): petugas yang bekerja di masyarakat atau organisasi pelayanan tertentu, bekerja dengan bayaran, terikat oleh suatu lembaga, biasanya disebut pekerja sosial profesional.

Sementara itu berkenaan dengan rehabilitasi social Ichwan Muis dalam sebuah situs online menjelaskan tentang Community Based Rehabilitation (CBR), suatu model tindakan yang dilakukan pada tingkatan masyarakat dengan membangkitkan kesadaran masyarakat dengan menggunakan sumber daya dan potensi yang dimilikinya.
C.    Prinsip
Upaya tersebut cenderung mengarah pada pemenuhan kebutuhan bidang tertentu di masyarakat seperti kesejahteraan keluarga, kesejahteraan anak dan lain sebagainya. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam metode ini adalah:
1.     Penyusunan program didasarkan kebutuhan nyata yang mendesak di masyarakat.
2.     Partisipasi aktif seluruh anggota masyarakat.
3.     Bekerja sama dengan berbagai badan dalam rangka keberhasilan bersama dalam pelaksanaan program.
4.     Titik berat program adalah upaya untuk pencegahan, rehabilitasi, pemulihan, pengembangan dan dukungan.
  1. Personel dan Komponen
Personel
1.     Pekerja CBR adalah pekerja gross root penyerahan jasa dalam suatu komunitas.
2.     Pengawas atau sosial mediko pekerja yang mengatur dan mendukung para pekerja gross root.
3.     Profesional seperti dokter bedah, fisioterapis, pelatih kejuruan, counselers kepada siapa arahan dapat dibuat dari masyarakat.
Komponen
Kegiatan rehabilitasi yang paling dasar dapat dilakukan dalam komunitas orang itu sendiri. Konsep multi-sektoral / multi-disiplin dari CBR adalah untuk diadopsi. Konsep ini menekankan bekerja dengan dan melalui masyarakat. Menanggapi perubahan konseptual, CBR sekarang didefinisikan sebagai program pengembangan masyarakat yang memiliki tujuh komponen yang berbeda.
1.     Penciptaan sikap positif terhadap orang cacat
2.     Penyediaan layanan rehabilitasi
3.     Penyediaan pendidikan dan kesempatan pelatihan
4.     Penciptaan mikro dan pendapatan makro - generasi peluang
5.     Pemberian jangka panjang
6.     perawatan fasilitas. Pencegahan penyebab kecacatan
7.     Monitoring & Evaluasi.
  1. Elemen-elemen penting dalam Rehabilitasi Berbasis Masyarakat yaitu :
1.     Melibatkan secara penuh peran keluarga dan masy di lingkungannya.
2.     Keikutsertaan masyarakat  mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
3.     Mengupayakan agar terdapat perubahan sikap masyarakat ke arah sikap yg lebih peduli.
4.     Mobilisasi sumber daya dan potensi masyarakat dengan memperhatikan faktor sosial, ekonomi, budaya, geografi, demografi serta penyandang masalah.
F.     Metode
1.     Aksi Sosial
Merupakan upaya menggerakkan masyarakat untuk mendapatkan atau menciptakan sumber-sumber dalam memenuhi kebutuhannya. Pekerja sosial berupaya memberikan bimbingan kepada masyarakat untuk menyadari kekurangan, memahami akan potensi dan sumber yang dimiliki dan berupaya mengatasi masalah secara bersama-sama.
2.     Administrasi Kesejahteraan Sosial
Administrasi Kesejahteraan Sosial adalah sesuatu proses penyelenggarakan dan pelaksanaan usaha kerja sama sekelompok orang yang terorganisir dengan baik, dengan menggunakan sumber fasilitas yang ada untuk memberikan pertolongan sosial kepada masyarakat agar dapat meningkatkan fungsi sosial dan taraf hidupnya.
Fungsi administrasi kesejahteraan sosial:
1.     Pengumpulan data dan sumber.
2.     Analisa terhadap situasi sosial, pelayanan sosial untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan manusia.
3.     Perumusan dan penentuan tujuan pelayanan kesejahteraan sosial.
4.     Pengorganisasian usaha pertolongan/pelayanan kesejahteraan sosial.
5.     Manajemen usaha pertolongan/pelayanan kesejahteraan sosial.
6.     Komunikasi Sosial.
7.     Tata Usaha.
8.     Partisipasi Masyarakat.
Syarat administrasi kesejahteraan sosial:
1.     Adanya proses penyelenggaraan dan pelaksanaan usaha kerja sama sekelompok orang.
2.     Adanya usaha kerja sama sekelompok orang yang terorganisir secara baik.
3.     Pelaksanaan usaha kerja sama diilhami oleh nilai-nilai pekerjaan sosial.
4.     Adanya sumber, fasilitas dan dana.
5.     Adanya tujuan yang hendak dicapai yaitu memberikan pertolongan kepada masyarakat penyandang masalah sosial sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar.
G.    Standar Evaluasi
Dalam suatu event internasional bertajuk International Consultastion and Reviewing CBR yang diselenggarakan di Helsinki tahun 2003 membahas tentang standar evaluasi dan praktik dalam CBR. Hal-hal yang termasuk dalam standar evaluasi dan praktik community bassed  rehabilitation adalah sebagai berikut :
1.     Relevan (relevance)
Pelaksanaan CBR sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan masyarakat .
2.     Keefektifan (effectiveness)
 Disini merupakan suatu standar dimana CBR benar-benar melakukan fungsinya dengan baik sehingga treatment yang dilakukan sosial worker adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat.
3.     Efisiensi (efficiency)
Dengan program yang cukup luas dan menyeluruh, CBR diharapkan mampu menelan biaya yang dapat dijangkau dan dipertanggungjawabkan secara sosial kepada masyarakat
4.     Manfaat (impact)
Dalam melakukan bimbingan sosial berbasis masyarakat tujuannya adalah agar masyarakat memperoleh manfaat dari adanya program tersebut.
5.      Partisipasi stake holder
Stake holder memiliki peran yang cukup signifikan dalam mensukseskan CBR. Adanya stake holder memberikan kontribusi untuk memberi masukan terkait pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan CBR. 
6.     Keberlanjutan (sustainability)
CBR diharapkan mampu dilaksanakan dalam kurun waktu yang relatif lama tidak terbatas pada hitungan minggu atau bulan. Namun menjadi area garapan yang dijalankan dengan cermat dan penuh perencanaan.
 
PENUTUP
Pada akhirnya metode bimbingan sosial masyarakat dalam rehabilitasi sosial bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pendayagunaan segala potensi yang ada didalam masyarakat dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Kita perlu untuk mempersiapkan masyarakat dalam menerima orang-orang yang keluar dari rehabilitasi agar masyarakat juga memiliki peran yang sama dalam membantu mensejahterakan orang yang “membutuhkan”. Konkretnya dalam  metode bimbingan sosial kita mengenal aksi sosial dan administrasi kesejahteraan sosial yang kedua hal itu di topang oleh elemen, personel dan prinsip yang melekat pada bimbingan sosial tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Tanpa nama. 2003. Community-Based Rehabilitation Constraints And Challenges. International Consultastion and Reviewing CBR: Helsinki.
Tanpa nama. 2009. Pekerjaan Soisal dalam http://pekerjasosialtuban.wordpress.com/2011/04/09/metode-pekerjaan-sosial/ Akses tanggal 25 Maret 2012
http://liya-leesoul.blogspot.com/2012/02/makalah-cocd-230212.html
http://pekerjasosialtuban.wordpress.com/tag/metode-pekerjaan-sosial/

Littlre snake pin