Selasa, 07 Juni 2011

NARSIS JUGA GANGGUAN JIWA

Narcissus atau Narsisus jatuh cinta terhadap dirinya sendiri. Lukisan karya Michelangelo Caravaggio.
Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narcissus, yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.
Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. (Patologi merupakan cabang bidang kedokteran yang berkaitan dengan ciri-ciri dan perkembangan penyakit melalui analisis perubahan fungsi atau keadaan bagian tubuh.)
Dikisahkan seorang pemuda putra dewa sungai Cephissus dengan Liriope. Pemuda yang sangat tampan ini menolak semua cinta yang ditawarkan padanya, termasuk cinta Echo. Dia lalu dihukum karenanya. Pemuda itu “dibuat” jatuh cinta kepada bayangannya sendiri yang terpantul di permukaan air danau yang tenang cemerlang. Pemuda itu, Narcissus, tak kuasa untuk beranjak dari tempatnya menatap pantulan wajahnya yang indah. Mengagumi ketampanannya sendiri. Mungkin sebetulnya dia juga tidak sadar, bayangan siapa yang dilihatnya. Tapi dalam kisah, tersebutlah bahwa Narcissus mati merana di tepi danau itu. Konon, di tempat Narcissus itu duduk kemudian tumbuh rumpun bunga yang indah dan diberi nama bunga Narcissus… (bunga ini di “sono” dikenal juga sebagai daffodills)

 Narcissus adalah nama genus yang didalamnya termasuk tumbuh-tumbuhan bunga dengan umbi lapis, seperti Daffodils atau sejenis bakung. Narcissi (jamak dari Narcissus) sangat mudah tumbuh dari umbi. Kata Narcissus berasal dari kata Yunani narke, yang berarti mati rasa atau kelenger, pingsan. Beberapa menyebutkan bahwa nama ini diambil karena bunganya yang wangi (narcotic fragance), sementara yang lain mengasosiasikannya dengan umbi Narcissus yang beracun. Bunga Narcissus biasanya berwarna putih atau kuning.
Kata narsis diadaptasi dari mitologi Yunani tentang seorang dewa yang bernama Narcissus. Narcissus adalah seorang tokoh dalam mitologi Yunani. Narcissus diceritakan sebagai seorang dewa yang memiliki wajah tampan. Dia adalah anak dari dewa sungai, Cephissus. Ibunya adalah seorang bidadari bernama Liriope. Ketika Narcissus masih kecil, seorang peramal (Tiresias) berkata kepada kedua orang tuanya bahwa anak mereka akan berumur panjang apabila tidak melihat dirinya sendiri. Akibat ketampanannya banyak yang jatuh cinta kepada Narcissus. Salah satunya bidadari tersebut bernama Echo yang jatuh cinta kepadanya.
Tidak seorang pun yang dibalas cintanya oleh Narcissus. Demikian pula Echo. Echo hidup dalam kesendirian dan kesedihannya. Dewi Nemmesis mendengar doa Echo yang cintanya ditolak tersebut. Nemessis mengutuk Narcissus supaya jatuh cinta kepada bayangannya sendiri. Kutukan tersebut menjadi kenyataan ketika Narcissus melihat bayangan dirinya di sebuah kolam. Dia tak henti-hentinya mengagumi sosok yang terlihat dari pantulan air di kolam itu. Sampai matinya dia terus memandangi bayangan dirinya tersebut. Tidak seorang pun yang dibalas cintanya oleh Narcissus. Demikian pula Echo. Echo hidup dalam kesendirian dan kesedihannya. Dewi Nemmesis mendengar doa Echo yang cintanya ditolak tersebut. Nemessis mengutuk Narcissus supaya jatuh cinta kepada bayangannya sendiri. Kutukan tersebut menjadi kenyataan ketika Narcissus melihat bayangan dirinya di sebuah kolam. Dia tak henti-hentinya mengagumi sosok yang terlihat dari pantulan air di kolam itu. Sampai matinya dia terus memandangi bayangan dirinya tersebut.
Ada sebuah versi lain yang mengatakan bukan Echo yang jatuh cinta kepada Narcissus melainkan seorang pria bernama Ameinias. Kesal “dikejar-kejar” Ameinias, Narcissus mengiriminya sebuah pedang sebagai hadiah. Kesal karena cintanya ditolak Ameinias bunuh diri di hadapan Narcissus dengan pedang yang dihadiahkan kepadanya. Sebelum bunuh diri, Ameinias mengutuk Narcissus bahwa Narcissus jatuh cinta kepada bayangannya sendiri dan dalam keputusasaannya Narcissus akan akan bunuh diri.
Narcisuss adalah subyek yang sangat popular dalam Roman art. Dalam psikiatri Freudian dan psikoanalisis, terminologi narcissism merujuk pada tingkat self-esteem yang berlebihan, suatu kondisi yang biasanya adalah bentuk dari ketidakmatangan emosional


Littlre snake pin